-->

kerajaan bercorak Islam yang pernah berdiri di Sumatera.

Kerajaan Islam di Sumatera 

Pengaruhuh budaya Islam di Indonesia pertama kali hadir dan dapat dirasakan pada kehidupan masyarakat Sumatera. Letak geografis pulau Sumatera yang berada paling erat dengan daerah asal agama Islam menjadikannya sebagai salah satu faktor mengapa hal ini dapat terjadi. Pengaruh tersebut dapat dirasakan misalnya pada kehidupan politik kerajaan-kerajaan yang dahulunya menguasai daerah-daerah di pulau Sumatera.


Diketahui bahwa ada lebih dari 20 kerajaan bercorak Islam yang pernah bangkit di Pulau Sumatera pada masa silam. Namun, sebagian besar di antaranya ternyata hanya merupakan kerajaan-kerajaan kecil yang pernah menjadi daerah potongan dari kerajaan-kerajaan besar yang pernah menguasai Nusantara, seolah-olah Majapahit, Sriwijaya, Singasari, dan Kerajaan Melayu.



Adapun di antara keduapuluh kerajaan tersebut yang termasuk kerajaan Islam di Sumatera dengan cakupan wilayah dan peninggalan sejarah yang cukup lengkap di antaranya yaitu Kesultanan Perlak, Samudera Pasai, Kesultanan Aceh, Lamuri, Indrapura, Pagaruyung, dan Kesultanan Siguntur.



1. Kesultanan Perlak

Kesultanan Perlak atau Peureulak ialah kerajaan Islam di Sumatera yang berkuasa atas wilayah Peureulak, Aceh Timur antara tahun 840 sd 1292 Masehi. Kerajaan ini menempati wilayah dengan posisi yang sangat strategis dalam jalur pelayaran, tak heran jika kemudian beliau menjelma daerah pelabuhan niaga yang maju sejak awal periode ke 8. Kapal-kapal dagang dari Persia, Arab, dan India selalu singgah di pelabuhan ini. Selain melakukan aktivitas perdagangan, pedagang-pedagang dari negeri seberang tersebut juga melaksanakan syiar Islam dengan ceramah, maupun jalur perkawinan adonan antara pedagang muslim dengan wanita setempat.

2. Kesultanan Samudera Pasai

Kesultanan Samudera Pasai juga merupakan kerajaan Islam di Sumatera yang berkuasa atas wilayah pesisir pantai Utara Aceh, tepatnya di sekitar Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara. Kerajaan ini didirikan Sultan Malik As-Saleh di sekitar tahun 1267 Masehi dan runtuh pada tahun 1521 sehabis diserang Portugis yang ingin menguasai pelabuhan kerajaan ini.

Belum banyak bukti yang mengungkap fakta sejarah kerajaan ini. Bukti utama yang sering dirujuk misalnya Kitab Rihlah ila l-Masyriq karya Ibn Batuthah, Hikayat Raja-Raja Pasai, Catatan Marcopolo, dan kabar dari China. Selain itu, beberapa peninggalan kebendaan seolah-olah koin-koin kuno dan bangunan kebendaan seperti lonceng Cakra Donya, Makam, dan Benteng juga menjadi rujukan yang menggambarkan kejayaan kesultanan Islam ini di masa silam.


3. Kesultanan Aceh

Kesultanan Aceh Darussalam ialah kerajaan Islam di Sumatera yang didirikan Sultan Ali Mughayat Syah pada tahun 1496. Letak kerajaan ini meliputi wilayah yang cukup luas, mulai dari pesisir utara pantai Aceh, pesisir barat dan timur pulau Sumatera, hingga wilayah semenanjung Malaya.

Dibandingkan kerajaan Islam lainnya yang ada di Aceh, Kesultanan Aceh dianggap memiliki sistem pemerintahan yang lebih sistematis. Selain memiliki sentra kajian ilmu pengetahuan, pertahanan mileter yang memadai, kesultanan ini juga telah menjalin kerjasama diplomatik dengan kerajaan-kerajaan lain di benua Asia. Kendati demikian, Kesultanan Aceh lalu runtuh pada tahun 1903 akibat adanya perang saudara karena kudeta antara para pewaris tahta kerajaan.

4. Kesultanan Lamuri

Kesultanan Lamuri ialah sebuah kerajaan kecil yang terletak di Kabupaten Aceh Besar. Kerajaan ini merupakan cikal bakal dari beridinya kesultanan Aceh. Catatan wacana sejarah kerajaan Islam ini terdapat pada kitab Nagarakertagama, Suma Oriental, dan catatan penulis Tionghoa. Berdasarkan sumber-sumber sejarah tersebut, diketahui bahwa kerajaan ini dulunya ialah wilayah taklukan dari kerajaan Sriwijaya, namun sehabis masuknya imbas budaya Islam dan melemahnya Sriwijaya, Lamuri bangun sendiri sebagai sebuah kerajaan independen.

Selain dari catatan, bukti eksistensi Kesultanan Lamuri juga ditunjukan dengan adanya beberapa peninggalan bersejarah, seakan-akan kerikil nisan di Lam Reh, benteng Kuta Lubok, dan banyak sekali pecahan tembikar yang ditemukan di reruntuhan situs istana kerajaan.

5. Kesultanan Pagaruyung

Kesultanan Pagaruyung ialah kerajaan Islam di Sumatera Barat yang berdiri tahun 1347 dan runtuh pada tahun 1825 setelah terjadinya perang Padri. Awalnya, kerajaan ini adalah kerajaan bercorak Budha, namun seiring masuknya pengaruh budaya Islam, corak kerajaan pun berubah. Kesultanan Pagaruyung tidak meninggalkan banyak bukti sejarah, oleh lantaran itu beliau masih belum begitu dikenal sebagaimana kerajaan-kerajaan lain yang pernah berdiri di Nusantara.

6. Kesultanan Indrapura

Kerajaan Inderapura yaitu sebuah kerajaan Islam di Sumatera, yang letak tepatnya berada di perbatasan antara wilayah Provinsi Bengkulu dan Jambi. Kerajaan ini bangkit pada tahun 1347 M dan runtuh balasan invasi Belanda pada 1792 M. Dahulunya, kerajaan Indrapura merupakan kerajaan kecil dibawah naungan kekuasaan Pagaruyung, tak heran jika kadang dia juga disebut dengan nama Kesultanan Ujung Pagaruyung.

7. Kesultanan Siguntur

Kerajaan Siguntur yaitu kerajaan Islam yang bangun di sekitar Sumatera Barat pada tahun 1250 sehabis keruntuhan kerajaan Dharmasyara. Sama seolah-olah kesultanan Indrapura, kerajaan ini juga dikuasai oleh Pagaruyung dan selalu menyampaikan upeti setiap tahunnya.

Nah, demikianlah beberapa kerajaan bercorak Islam yang pernah bangun di Sumatera.

0 Response to "kerajaan bercorak Islam yang pernah berdiri di Sumatera."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel