Pantun Nasehat belum cukup umur
Pantun nasehat anak-anak yang kami sajikan di bawah ini memang lebih khusus untuk majemuk pantun di usia mereka. Disamping menjadi salah materi pembelajaran di sekolah, melalui pantun juga menyebabkan suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan bahkan di ketika bermain pun akan lebih mengasyikkan jikalaulaulau sanggup menirukan dan memperdengarkan kepada rekan-rekan bermain. Oke, disimak langsung saja ya pantun nasehat belum remaja berikut ini :
Ke pekan raya melihat ada gong
Di sana saya bersama paman
Janganlah engkau Makara sombong
Nanti engkau tidak punya sahabat
Ke kamar mandi celananya berair
Engkau keringkan dengan kipas
Jangan engkau absen sekolah
Kalau tidak ingin tinggal kelas
Ke dapur mengambil talas
Untuk bekal nanti berkemah
Jika engkau ingin naik kelas
Janganlah lupa mencar ilmu di rumah
Burung nuri berbulu biru
Terbang tinggi dikejar ular
Jika kita ingin banyak ilmu
Rajinlah selalu dalam mencar ilmu
Kota solo kota batik
Jakarta ibu kota Indonesia
Ayo kita menabung di bank
Siapkan bekal di usia renta
Engkau keringkan dengan kipas
Jangan engkau absen sekolah
Kalau tidak ingin tinggal kelas
Ke dapur mengambil talas
Untuk bekal nanti berkemah
Jika engkau ingin naik kelas
Janganlah lupa mencar ilmu di rumah
Burung nuri berbulu biru
Terbang tinggi dikejar ular
Jika kita ingin banyak ilmu
Rajinlah selalu dalam mencar ilmu
Kota solo kota batik
Jakarta ibu kota Indonesia
Ayo kita menabung di bank
Siapkan bekal di usia renta
Buah nanas buah duku
Buah mengkudu dimakan kutu
Jangan malas membaca buku
Karena buku sumber ilmu
Buah nangka buah semangka
Paling enak dimakan bersama
Patuhilah pesan tersirat orang kedaluwarsa tanah
Agar tidak Makara anak durhaka
Tugu muda di Semarang
Di Jakarta berjulukan Monas
Rajin mencar ilmu semenjak sekarang
Biar tidak tinggal di kelas
Malam masbodoh gelap gulita
Tanpa cahaya tak melihat wajah
Tentu boleh rajin bekerja
Asal jangan lupa beribadah
Yogyakarta kota pelajar
Surabaya kota pahlawan
Anak yang suka rajin mencar ilmu
Pasti banyak ilmu pengetahuan
Ikan teri dimakan buaya
Buaya satu terinya seribu
Belajarlah meraih harapan
Membuat gembira ayah dan ibu
Merah putih bendera Indonesia
Ditambah biru bendera Belanda
Bertemanlah dengan siapa saja
Jangan bedakan miskin dan kaya
Kura-kura masuk ke kelas
Kelinci berputar di halaman
Berbuat sesuatu harus tulus
Jangan pernah harapkan imbalan
Ada bakmi berkuah pedas
Ditambah cabai dan merica
Jadilah anak yang cerdas
Kelak berkhasiat bagi bangsa
Ada bintang ada bulan
Ada daun ada kayu
Jangan suka bermalas-malasan
Tapi rajin-rajinlah membantu ibu
Gajah besar berwarna bubuk-abu
Lari ketakutan dikejar ular
Jika ingin punya banyak ilmu
Maka harus rajin dalam berguru
Gudeg dari Yogyakarta
Empek-empek dari Palembang
Tutur kata harus kita jaga
Bertingkah laris jangan sembarang
Burung dara terbang ke angkasa
Burung penguin menyelam di lautan
Patuhlah kita terhadap nasihat orang renta
Karena itu yaitu suatu kewajiban
Burung bangau terbang bahu-membahu
Terbang ke utara membawa pesan
Punya sahabat gres boleh-boleh saja
Asalkan sahabat usang jangan ditinggalkan
Merpati putih mandi di kali
Selepas mandi terbang tinggi
Jadilah anak yang baik hati
Senang menolong dan suka memberi
Pagi hari hujannya deras
Saat siang hujan berhenti
Sejak kecil suka kerja keras
Kelak nanti banyak rezeki
Boleh saja kita berkemah
Namun jangan ke Batujajar
Boleh saja bermain di rumah
Namun jangan lupa belajar
Makan es bibir Makara beku
Makannya di kota Blitar
Mari kita membaca buku
Supaya Makara anak pandai
Minum banyak perut kembung
Kalau minum yang biasa saja
Mari kita rajin menabung
Agar kita bisa hidup kaya
Jangan engkau suka menyolong
Nanti engkau tidak punya sahabat
Marilah kita saling menolong
Gotong royong membantu sahabat
Mencari kota Trengganu
Malah tibanya di Sumatera
Hormati bapak dan ibu guru
Hormati juga orang renta
Aku mencari sebuah gergaji
Malah saya temukan peniti
Jikalau kita rajin mengaji
Syurga indah akan menanti
Ke pasar membeli timah
Untuk menciptakan miniatur rumah
Pagi-pagi berangkat sekolah
Sorenya berangkat ke madrasah
Pagi hari minum segelas jamu
Supaya tubuh sehat lebih berisi
Hormati selalu bapak dan ibumu
Agar menjadi anak yang berbakti
Buah mengkudu dimakan kutu
Jangan malas membaca buku
Karena buku sumber ilmu
Buah nangka buah semangka
Paling enak dimakan bersama
Patuhilah pesan tersirat orang kedaluwarsa tanah
Agar tidak Makara anak durhaka
Tugu muda di Semarang
Di Jakarta berjulukan Monas
Rajin mencar ilmu semenjak sekarang
Biar tidak tinggal di kelas
Malam masbodoh gelap gulita
Tanpa cahaya tak melihat wajah
Tentu boleh rajin bekerja
Asal jangan lupa beribadah
Yogyakarta kota pelajar
Surabaya kota pahlawan
Anak yang suka rajin mencar ilmu
Pasti banyak ilmu pengetahuan
Ikan teri dimakan buaya
Buaya satu terinya seribu
Belajarlah meraih harapan
Membuat gembira ayah dan ibu
Merah putih bendera Indonesia
Ditambah biru bendera Belanda
Bertemanlah dengan siapa saja
Jangan bedakan miskin dan kaya
Kura-kura masuk ke kelas
Kelinci berputar di halaman
Berbuat sesuatu harus tulus
Jangan pernah harapkan imbalan
Ada bakmi berkuah pedas
Ditambah cabai dan merica
Jadilah anak yang cerdas
Kelak berkhasiat bagi bangsa
Ada bintang ada bulan
Ada daun ada kayu
Jangan suka bermalas-malasan
Tapi rajin-rajinlah membantu ibu
Gajah besar berwarna bubuk-abu
Lari ketakutan dikejar ular
Jika ingin punya banyak ilmu
Maka harus rajin dalam berguru
Gudeg dari Yogyakarta
Empek-empek dari Palembang
Tutur kata harus kita jaga
Bertingkah laris jangan sembarang
Burung dara terbang ke angkasa
Burung penguin menyelam di lautan
Patuhlah kita terhadap nasihat orang renta
Karena itu yaitu suatu kewajiban
Burung bangau terbang bahu-membahu
Terbang ke utara membawa pesan
Punya sahabat gres boleh-boleh saja
Asalkan sahabat usang jangan ditinggalkan
Merpati putih mandi di kali
Selepas mandi terbang tinggi
Jadilah anak yang baik hati
Senang menolong dan suka memberi
Pagi hari hujannya deras
Saat siang hujan berhenti
Sejak kecil suka kerja keras
Kelak nanti banyak rezeki
Boleh saja kita berkemah
Namun jangan ke Batujajar
Boleh saja bermain di rumah
Namun jangan lupa belajar
Makan es bibir Makara beku
Makannya di kota Blitar
Mari kita membaca buku
Supaya Makara anak pandai
Minum banyak perut kembung
Kalau minum yang biasa saja
Mari kita rajin menabung
Agar kita bisa hidup kaya
Jangan engkau suka menyolong
Nanti engkau tidak punya sahabat
Marilah kita saling menolong
Gotong royong membantu sahabat
Mencari kota Trengganu
Malah tibanya di Sumatera
Hormati bapak dan ibu guru
Hormati juga orang renta
Aku mencari sebuah gergaji
Malah saya temukan peniti
Jikalau kita rajin mengaji
Syurga indah akan menanti
Ke pasar membeli timah
Untuk menciptakan miniatur rumah
Pagi-pagi berangkat sekolah
Sorenya berangkat ke madrasah
Pagi hari minum segelas jamu
Supaya tubuh sehat lebih berisi
Hormati selalu bapak dan ibumu
Agar menjadi anak yang berbakti
Demikian dulu kumpulan pantun nasehat bawah umur yang sanggup kami sajikan. Untuk umum dapat juga menyimak di kumpulan pantun nasehat pilihan. Semoga bermanfaat ya. See you...
0 Response to "Pantun Nasehat belum cukup umur"
Post a Comment