-->

Cara sederhana dan Efektif mengajari anak Berpuasa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila seorang telah meninggal dunia, maka seluruh amalnya terputus kecuali tiga, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendo’akannya.” –[HR. Muslim: 1631]

Dalam pemikiran agama Islam, anak ialah titipan dari Allah SWT yang harus kita jaga dengan baik. Setiap orang renta pasti menginginkan yang terbaik bagi anak-anak mereka. Mereka meninginkan biar bawah umur mereka menjadi keinginan di masa depan; pandai dan menjadi pemimpin yang baik sekaligus berkhasiat bagi bangsa dan menjalankan fungsi agama.

Mengajarkan Anak Berpuasa Ramadhan - Mengajarkan sesuatu yang baik kepada anak wajib hukumnya untuk dilakukan, apalagi pada zaman kini ini, orang tua harus benar-benar mempersiapkan tameng terbaik buat sang buah hati. Salah satu yang juga perlu dilakukan oleh orang bau tanah yaitu mengajarkan anak untuk berpuasa Ramadhan yang sebentar lagi akan kita jalani khususnya untuk umat Islam semua. Bagaimana cara mengajarkan anak untuk berpuasa? Apakah setiap anak diwajibkan untuk berpusa dan bagaimana hukum anak berpuasa di bulan Ramadhan?




Mengajarkan Anak Untuk Berpuasa Ramadhan

Dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan yang sebentar lagi akan kita jalani ini, tidak semua anak diwajibkan melaksanakan ibadah puasa lantaran seseorang yang wajib melaksanakan ibada puasa di bulan Ramadhan adalah yang sudah memenuhi Syarat dan rukun puasa Ramadhan, bila tidak maka bawah umur yang menjalankan ibadah hanya sebatas mencar ilmu dalam mempersiapkan diri mereka bila waktunya telah datang dan ini sangat baik dilakukan dan dianjurkan

Jadi untuk anak-anak yang belum dan tidak memiliki kewajiban dalam berpuasa, alangkah baiknya jika orang bau tanah untuk mengajarkan dan memberi motivasi kepada anak-anak agar ikut serta dalam menjalankan puasa, namun jangan sampai ada paksaan, biarkan mereka berpuasa semampu mereka lantaran bawah umur dalam tahap ini masih berguru

Dalam mengajarkan anak untuk berpusa Ramadhan ada banyak cara tang mampu dilakukan, namun dari semua cara yang ada yang terbaik yaitu memberi pola kepada anak-anak bagaimana sebelum melaksanakan puasa, dikala melaksanakan puasa dan sehabis melaksanakna puasa. Dengan memberikan ketiga acuan tersebut maka bawah umur dengan sendirinya akan merasa ingin tahu kenapa orang renta melakukan puasa, kenapa ketika berpuasa sepeti itu? Dan tentunya dalam mengajarkan atau memberi acuan kepada anak untuk berpuasa ialah sesuai dengan pedoman yang terkandung dalam Al-Qur'an

Hal ini menunjukkan perhatian yang sangat besar kepada bawah umur dan pendidikan untuk taat kepada Allah Ta’ala. Hal ini termasuk   nasehat orang yang menjadi tanggung jawab yang Allah berikan kepada kedua orang bau tanah.

Anak berumur 9 tahun bukan termasuk mukallaf (terkenan beban kewajiban) menurut syara untuk berpuasa lantaran belum balig. Akan tetapi Allah Ta’ala membebani kedua orang bau tanah untuk mendidik belum dewasanya dalam beribadah. Maka Allah Ta’ala memerintahkan mereka untuk mengajarkan shalat kepada mereka ketika berumur 7 tahun dan diperintahkan memukulnya ketika berumur 10 tahun. Sebagaimana para shahabat yang mulia radhiallahu anhum mengajarkan puasa kepada bawah umurnya sewaktu kecil untuk membiasakan dalam ketaatan yang agung ini. Semua itu memperlihatkan perhatian yang besar terhadap keturunan supaya tumbuh sebaik mungkin pada sifat dan prilakunya.

Dalam perkara shalat, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مُرُوا أَوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ ، وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ  (رواه أبو داود، رقم 495، وصححه الألباني في صحيح أبي داود)

"Perintahkan belum dewasa kalian untuk (melakukan) shalat ketika mereka berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka (ketika meninggalkan shalat) dikala berumur sepuluh tahun. Dan pisahkan ranjang beliauntara mereka." (HR. Abu Daud, 495 dishahihkan oleh Al-Albany dalam shahih Abu Daud)

Dalam puasa, dari Rabi binti Mu’awwid radhiallahu anha, ia berkata:

أَرْسَلَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم غَدَاةَ عَاشُورَاءَ إِلَى قُرَى الأَنْصَارِ الَّتِى حَوْلَ الْمَدِينَةِ : مَنْ كَانَ أَصْبَحَ صَائِمًا فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ ، وَمَنْ كَانَ أَصْبَحَ مُفْطِرًا فَلْيُتِمَّ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ) ، فَكُنَّا بَعْدَ ذَلِكَ نَصُومُهُ ، وَنُصَوِّمُ صِبْيَانَنَا الصِّغَارَ مِنْهُمْ إِنْ شَاءَ اللَّهُ ، وَنَذْهَبُ إِلَى الْمَسْجِدِ ، فَنَجْعَلُ لَهُمُ اللُّعْبَةَ مِنَ الْعِهْنِ ، فَإِذَا بَكَى أَحَدُهُمْ عَلَى الطَّعَامِ أَعْطَيْنَاهَا إِيَّاهُ عِنْدَ الإِفْطَارِ (رواه البخاري، رقم 1960 ومسلم، رقم 1136)

‘Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam mengirim utusannya pada siang hari asyuro (10 Muharam) ke desa-desa kaum Anshar di sekitar Madinah untuk mengumumkan, ‘Barangsiapa telah berpuasa sejak pagi hari, hendaklah ia menyempurnakan puasanya. Barangsiapa yang pagi harinya berbuka, maka hendaknya puasa pada sisa harinya.’ Maka setelah itu kita berpuasa, dan kami membiasakan bawah umur kecil kami untuk berpuasa insyaallah. Kami pergi ke masjid, lalu kami buatkan untuk   mereka (anak-anak) mainan dari kapas yang berwarna. Kalau salah satu beliauntara mereka menangis lantaran (kelaparan). Kami berikan kepadanya (mainan tersebut) sampai berbuka puasa." HR. Bukhori, 1960 dan Muslim, 1136.

Umar radhiallahu’anhu berkata kepada orang yang mabuk-mabukan di bulan bulan berkat, "Celakalah anda!! padahal anak-anak kami berpuasa!? Kemudian ia memukulnya (sebagai hukuman)." (HR. Bukhari –menggantung (mu’allaq)- bab Puasa Anak-anak).


Metode penyesuaian bawah umur untuk berpuasa

1.      Menjelaskan keutamaan puasa kepada mereka, bahwa hal itu termasuk sebab masuk ke dalam surga. Di surga ada pintu yang dinamakan Ar-Rayyan dimana hanya orang-orang puasa yang masuk ke dalamnya.

2.      Membiasakan sebelumnya untuk berpuasa seolah-olah puasa beberapa hari di bulan Sya’ban agar tidak kaget dengan puasa di bulan Ramadan

3.      Puasa pada sebagian siang, dan menambahi waktunya sedikit demi sedikit

4.      Mengakhirkan sahur hingga di akibat malam, hal itu membantu puasa mereka di siang hari

5.      Menyemangati mereka berpuasa dengan memberi hadiah yang diberikan setiap hari atau setiap ahad

6.      Menyanjung mereka di depan keluarga sewaktu berbuka, ketika sahur. Hal itu mampu menaikkan semangat spiritualnya.

7.      Mendorong semangat berlomba-lomba apabila dia mempunyai banyak anak tanpa harus mencela yang tertinggal.

8.      Melalaikan rasa lapar dengan tidur atau dengan mainan mubah yang tidak memerlukan tenaga. Sebagaimana para shahabat yang mulia melakukan terhadap anak-anaknya. Disana ada acara belum dewasa yang sempurna. Film kartun di chanel islam yang terpercaya dapat menyibukkan mereka.

9.      Diutamakan semoga sang ayah mengajak anaknya –khusus setelah Ashar- ke masjid untuk ikut shalat, menghadiri pengajian, tetap di masjid untuk membaca Al-Qur’an dan zikir kepada Allah Ta’ala.

10.  Mengkhususkan berkunjung di siang hari dan malam hari ke keluarga yang belum dewasanya berpuasa untuk memberi semangat kepada mereka terus melakukan puasa

11.  Memberi imbalan kepada mereka dengan tamasya yang mubah setelah berbuka puasa atau memasakkan kuliner kesukaannya dan kudapan manis-kue, buah-buahan dan jus.

Perlu diperhatikan kalau sekiranya anak-anak mencicipi keletihan yang sangat, jangan dipaksa untuk menyempurnakan puasanya. Hal itu agar tidak menjadikan karena dirinya benci beribadah atau    menjadi karena berbohong atau timbulnya penyakit. Karena intinya, dia belum termasuk mukallaf (terkena beban kewajiban). Hendaknya kasus ini diperhatikan, jangan terlalu keras dalam memerintahkannya berpuasa.

0 Response to "Cara sederhana dan Efektif mengajari anak Berpuasa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel