18 Pondok Pesantren terpopuler dan terbaik di Jawa Timur
Sebenarnya Di Jawa Timur terdapat Ratusan bahkan ada Ribuan Pondok Pesantren besar kecil Yang sangat berkualitas dan bermutu. Namun Kali ini kami hanya menulis beberapa Nama Pondok Pesantren yang sudah banyak Santrinya dan Alumninya berdasarkan Informasi yang didapatkan.
Berikut ini yaitu nama-nama Pondok Pesantren yang sudah tidak abnormal lagi ditelinga kita:
1. Pondok Pesantren Lirboyo – Kediri
Pondok pesantren terbaik di Jawa Timur adalah Lirboyo. Awal mula berdiri Pondok Pesantren Lirboyo berkaitan kurunt dengan kepindahan dan menetapnya KH Abdul Karim ke desa Lirboyo tahun 1910 M. Sebagai Pusat pendidikan Islam, Pondok Pesantren Lirboyo mencetak generasi bangsa yang cerdas ruhaniyah, juga smart-intelektual, mumpuni dalam keberagaman bidang, juga keberagamaan Islam yang otentik. Pondok Pesantren Lirboyo memadukan antara tradisi yang mampu mengisi kemodernitasan dan terbukti telah melahirkan banyak tokoh-tokoh yang shalih dan shalihah.
2. Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah – Situbondo
Pondok pesantren Salafiyah Syafiiyah bangun pada tahun 1328 H/1908 M. Berlokasi di Sukorejo, Situbondo. Dalam upaya mewujudkan pendidikan terbaik sesuai kebutuhan zaman, aneka macam lembaga pendidikan kejuruan dan keahlian pun didirikan, seolah-olah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Lembaga Kader Ahli Fiqh Ma’had Aly dan Madrasatul Qur’an sebagai forum kajian dan pendalaman ilmu-ilmu Al Qur’an. Termasuk forum ekonomi Koperasi. Lembaga-lembaga informal seolah-olah kursus dan pelatihan juga turut mewarnai perkembangannya.
3. Pondok Modern Darussalam Gontor – Ponorogo
Pondok pesantren Darussalam Gontor didirikan pada 20 September 1926/ 12 Rabi’ul Awwal 1345. Memiliki visi sebagai forum pendidikan pencetak kader-kader pemimpin umat, menjadi tempat ibadah talab al-’ilmi; dan menjadi sumber pengetahuan Islam, bahasa al-Qur’an, dan ilmu pengetahuan umum, dengan tetap berjiwa pesantren. Lokasinya terletak lebih kurang 3 km sebelah timur Tegalsari dan 11 km ke arah tenggara dari kota Ponorogo.
Gontor merupakan salah satu pondok pesantren terbaik yang memiliki Institut Studi Islam Darussalam (ISID). Saat ini ISID memiliki tiga Fakultas: Fakultas Tarbiyah dengan jurusan Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Ushuluddin dengan jurusan Perbandingan Agama, dan Akidah dan Filsafat, dan Fakultas Syariah dengan jurusan Perbandingan Madzhab dan Hukum, dan jurusan Manajemen Lembaga Keuangan Islam.
4. Pondok Pesantren Langitan – Tuban
Pondok Pesantren Langitan bangkit pada tahun 1852 M, di Dusun Mandungan Desa Widang Kecamatan Widang Kabupaten Tuban Jawa Timur. Komplek Pondok Pesantren Langitan terletak di samping Bengawan Solo dan berada di atas areal tanah seluas kurang lebih 7 hektar serta pada ketinggian kira-kira tujuh meter di atas permukaan bahari. Pesantren ini dalam kurun waktu yang cukup panjang, telah menerapkan beberapa methode pendidikan dan pengajaran dalam sistem klasikal (madrasiyah) dan non klasikal (ma’hadiyah).
5.Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang
Pesantren Tebuireng merupakan salah satu pesantren terbesar di Kab. Jombang. Pesantren ini didirikan pada tahun 1899 oleh salah satu ulama besar yaitu KH. Hasyim Asy’arie. Kyai Hasyim Asy’ari dikenal sebagai sosok ulama kharismatik sekaligus pendiri organisasi Ulama (NU).
Disamping pelajaran ilmu syari’at, bahasa Arab dan Agama islam, pondok pesantren ini juga memasukan pelajaran umum kedalam struktur pembelajarannya. Pesantren Tebuireng sudah sangat banyak menyampaikan bantuan terhadap masyarakat indonesia. Terutama di dalam dunia pendidikan indonesia.
KH Abdurrahman alias Gusdur menjadi presiden RI ke empat dan yang pertama berasal dari kalangan santri. Beliau yaitu cucu dari Kyai Hasyim Asy’ari.
6. Pondok Pesantren Sidogiri – Pasuruan
Pondok pesantren terbaik dan favorit di Jatim yang pertama ialah Ponpes Sidogiri yang didirikan pada tahun 1718 atau 1745 oleh Sayyid Sulaiman. Beliau yaitu putra pertama pasangan Sayid Abdurrahman bin Umar ba Syaiban dan Syarifah Khadijah, cucu Sunan Gunung Jati. Meskipun menggunakan sistem salaf dan tidak mendirikan pendidikan sekolah formal, tetapi Sidogiri banyak menghasilkan lulusan yang mumpuni. Madrasahnya pun telah mendapat status muadalah (persamaan). Sehingga ijazah aliyah mampu digunakan untuk kuliah.
Selain merupakan pondok pesantren tertua di Indonesia, perkembangan pesantren sidogiri yang sangat cepat, baik sisi pendidikan maupun perekonomian. Sayap bisnis para alumni Sidogiri dikembangkan lewat BMT MMU (Maslahah Mursalah lil Ummah) yang fokus pada pemberdayaan guru, BMT UGT (Usaha Gabungan Terpadu) yang melayani jasa keuangan syariah secara umum. Sedangkan perjuangan milik Ponpes Sidogiri yaitu toko basmalah. Sangat layak menjadi pertimbangan untuk memilihnya sebagai tempat pendidikan anak-anak Anda.
Selengkapnya Berdirinya Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan
7. Pondok Pesantren Darul Ulum – Jombang
Pondok Pesantren Darul Ulum didirikan antara tahun 1885-1937 M. Sebagai salah satu wadah pendidikan terbaik, Darul Ulum sejak didirikannya telah ditanamkan beberapa kriteria dasar ihwal tujuan dan dasar didirikannya. Dasar amaliyah sebagai forum sosialisasi nilai agama ialah sunnah wal jamaah. Secara bahasa Darul berarti Gudang sedangkan ‘Ulum, jamak dari ilmu yang berarti ilmu-ilmu, sehingga secara garis besar Darul ‘Ulum memiliki arti “Gudangnya Ilmu-ilmu”, yang filosofinya tampak terperinci dalam nama pondok pesantren tersebut.
8. Pesantren Ilmu Al-Quran – Malang
Pondok pesantren terbaik yang terletak di Singosari kabupaten Malang ini, (±10 km utara kota Malang) adalah lembaga pendidikan kepesantrenan semi salaf. Didirikan oleh KH Bashori Alwi pada 1 Mei 1978. Sesuai dengan namanya, PIQ mempunyai spesialisasi dan prioritas pengajaran pada Al-Quran. Hal ini abadt kaitannya dengan figur KHM. Basori Alwi sebagai spesialis ilmu tajwid, intelektual Al-Quran dan notabene pendiri Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffadz, suatu forum yang banyak melahirkan intelektual Al-Quran di Indonesia.
PIQ Singosari Malang sanggup membangun kepercayaan umat di dalam pengajaran dan pengembangan ilmu-ilmu agama. Hal itu dibuktikan dengan semakin banyaknya jumlah santri baik lokal maupun non lokal yang berasal dari luar kota (Jakarta, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, bahkan Irian Jaya) yang diikuti dengan pencapaian prestasi yang semakin meningkat, baik ketika mengikuti event-event tingkat regional maupun nasional. Bahkan
alumni-alumninya banyak yang memegang peranan penting di masyarakat.
9. Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Suci – Gresik
Pondok Pesantren Mamba’us Sholihin dirintis KH. Abdullah Faqih Suci sekitar tahun 1969 yang pada mulanya berupa surau kecil untuk mengaji AI-Qur’an dan Kitab Kuning di lingkungan desa Suci dan sekitarnya. Mamba’us Sholihin yang mengadopsi perpaduan sistem Salaf-Modern. Hal ini tak lepas dari pada Background Pengasuh Pesantren Al Mukarrom KH Masbuhin Faqih, yang merupakan alumni Gontor dan Langitan. Dengan semangat melestarikan kebaikan masa klasik, dan mengadopsi hal-hal baru yang lebih baik”, menimbulkan Mamba’us Sholihin sebagai Pesantren yang cukup lengkap kurikulum pendidikannya, baik yang berupa pendidikan formal maupun non formal.
10. Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan – Sumenep
Pondok Pesantren terbaik ini didirikan pada tahun 1952. Pondok Pesantren AL-AMIEN PRENDUAN diurus dan dikelola secara kolektif oleh beberapa Badan Pengurus yang terstruktur, sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing. Badan-badan pengurus tersebut bekerja sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen yang modern, efektif dan efisien tapi tetap berpijak pada bingkai visi dan misinya. Saat ini memiliki Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien (IDIA) dengan dibukanya 3 jurusan gres, Pendidikan Bahasa Arab (Tarbiyah), Jurusan Tafsir Hadis (Ushuluddin) dan Jurusan Akidah Filsafat (Ushuluddin).
11. Pondok Pesantren Nurul Jadid – Probolinggo
Pondok Pesantren Nurul Jadid didirikan oleh almarhum KH. Zaini Mun’im pada tahun 1950. Berlokasi di desa Karanganyar Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Membantu terbentuknya insan yang beriman, bertaqwa, berakhlaqul al-karimah, berwawasan luas, berpandangan kedepan, cakap, terampil, mampu berdiri diatas kaki sendiri, kreatif, mempunyai etos kerja, toleran, bertanggung jawab kemasyarakatan serta berguna bagi agama, bangsa dan negara.
12.Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Madura
Pesantren Darul Ulum Banyuanyar didirikan pada tahun 1787 oleh KH. Itsbat bin Ishaq. Pesantren ini termasuk pesantren tertua di Madura. Pesantren ini didirikan diatas sebidang tanah yang sempit dan gersang yang lalu disebut dengan “Banyuanyar”.
Penamaan “Banyuanyar” ini atas dasar penemuan sumber mata air yang cukup basar oleh KH. Itsbat yang tidak pernah surut hingga kini. Setelah KH. Itsbat wafat, beliau maninggalkan amanah biar lokasi pesantren kecilnya dikembangkan menjadi Pondok Pesantren yang representatif dan mampu menjawab segala tantangan zaman.
13.Pondok Pesantren Al-Khoirot, Malang
Pesantren Al-Khoirot didirikan pada tahun 1963 oleh KH. Syuhud Zayyadi. Dari segi usia pesantren ini terbilang masih muda di bandingkan dengan pesantren lain. Pesantren ini terletak di Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Sistem pendidikan yang diberlakukan di pesantren ini yaitu sistem pendidikan salaf murni, yaitu pengajian kitab kuning klasik dengan metode sorogan, wetonan, dan bandongan.
Saat ini sistem pendidikannya mulai berkembang dengan diperkenalkannya pendidikan formal madrasah diniyah, madrasah tsanawiyah (MTs) dan madrasah aliyah (MA) yang statusnya diakui pemerintah dan lulusannya mampu melanjutkan studi ke sekolah manapun baik negeri atau swasta, dalam negeri atau luar negeri.
14.Pondok Pesantren Al-Fatah, Temboro MAGETAN


Pesantren Al Fatah merupakan salah satu pesantren yang sedang tumbuh pesat. Pesantren ini terletak di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Secara fisik akan banyak dijumpai beberapa bangunan permanen yang cukup sederhana, terutama rumah-rumah para Ustadz.
Salah satu kelebihan pesantren ini ialah, kebersihan lingkungan dan paling utama kebersihan kamar mandi dan ketersediaan air higienis. Luar biasa. Walhasil tidak ada tradisi “jarban”/ korengan/penyakit gatal yang biasanya menjadi syarat bagi santri.
Pondok Pesantren Nurul Jadid didirikan oleh almarhum KH. Zaini Mun’im pada tahun 1950. Berlokasi di desa Karanganyar Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Membantu terbentuknya insan yang beriman, bertaqwa, berakhlaqul al-karimah, berwawasan luas, berpandangan kedepan, cakap, terampil, berdikari, kreatif, memiliki etos kerja, toleran, bertanggung jawab kemasyarakatan serta berkhasiat bagi agama, bangsa dan negara.
15. Pondok Pesantren Assalafi Al-Fitrah – Surabaya


Pondok pesantren terbaik dan favorit di Jawa Timur yang terakhir yaitu Pondok Pesantren Al Fithrah. Didirikan pada tahun 1985, berlokasi di jalan Kedinding Lor 99 Surabaya. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kala globalisasi dan isu, serta guna memberikan landasan yang berpengaruh dengan didikan yang bermoral, maka budpekerti mulia sangat diharapkan untuk membentengi diri, keluarga khususnya belum dewasa.
Meskipun tak banyak diliput media massa, nama Alm. KH Asrori Al-Ishaqi sudah tak gila lagi bagi masyarakat sekitar. Keteladanan dia patut dicontoh oleh pemuda-pemudi generasi penerus bangsa, dalam perkembangannya sangat membutuhkan pendidikan agama Islam, guna melindungi diri dan kehidupannya, semoga tidak terseret dalam arus globalisasi dan info yang menyesatkan. Sampai detik ini, Pondok Pesantren Assalafi Al-Fitrah, Surabaya masih dipercaya untuk mengayomi para santri dari penjuru Nusantara yang menimba ilmu di sana.
16.Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Mojo


Pondok Pesantren Al-Falah berada di desa Karangkates kecamatan Ploso Kabupaten Kediri. Pesantren ini didirikan oleh KH Ahmad Djazuli Usman yang di bantu oleh Muhammad Qomar dan didirikan pada tahun 1925.
17.PONDOK PESANTREN BATA-BATA – PAMEKASAN

Pondok ini didirikan pada tahun 1943 M oleh RKH. Abdul Majid bin Abdul Hamid bin RKH. Itsbat. Pesantren ini juga merupakan pesantren terbaik dan favorit yang ada di pulau Madura atau lebih tepatnya di Kabupaten Pamekasan.
18.PONDOK PESANTREN TREMAS PACITAN
Di ketahui sebagai Pondok pesantren tertua ke-2 di Pulau Jawa menurut sejarah. [Desa Tremas - Kecamatan Arjosari]
Sejarah berdirinya Perguruan Islam “Pondok Tremas” Pacitan tidak lepas dari sejarah pendirinya yaitu KH Abdul Mannan putra R. Ngabehi Dipomenggolo seorang Demang di tempat Semanten pinggiran kota Pacitan. KH. Abdul Manan pada masa kecilnya berjulukan Bagus Darso. Sejak kecil beliau sudah populer cerdas dan sangat tertarik terhadap problematika religius. Pada masa remajanya ia dikirim oleh ayahnya ke Pondok Pesantren Tegalsari Ponorogo untuk mempelajari dan memperdalam pengetahuan agama Islam di bawah bimbingan Kyai Hasan Besari. Selama disana Bagus Darso selalu mencar ilmu dengan rajin dan tekun. Karena ketekunan, kerajinan dan kecerdasan yang dibawanya semenjak kecil itulah maka kepandaian Bagus Darso dalam menguasai dan memahami ilmu yang dipelajarinya melebihi kawan-kawan sebayanya.
Setelah Bagus Darso dianggap cukup ilmu yang diperolehnya di Pondok Pesantren Tegalsari, ia pulang ke Semanten. Di desa inilah ia kemudian menyelenggarakan pengajian yang sudah barang tentu bermula dengan sangat sederhana. Dan lantaran semenjak di Pondok Tegalsari dia sudah terkenal sebagai seorang santri yang tinggi ilmunya, maka banyaklah orang Pacitan yang mengaji pada beliau. Dari sinilah kemudian di sekitar masjid didirikan pondok untuk para santri yang tiba dari jauh. Namun beberapa waktu lalu pondok tersebut pindah ke daerah Tremas setelah beliau dikawinkan dengan Putri Demang Tremas R. Ngabehi Hongggowijoyo. Sedang R. Ngabehi Honggowijoyo itu sendiri adalah kakak kandung R. Ngabehi Dipomenggolo.
Diantara faktor yang menjadi penyebab perpindahan Kyai Abdul Manan dari kawasan Semanten ke desa Tremas, yang paling pokok adalah pertimbangan kekeluargaan yang dianggap lebih baik dia mutasi ke kawasan Tremas. Pertimbangan tersebut antara ialah, karena mertua dan istri dia menyediakan tempat yang jauh dari keramaian atau pusat pemerintahan, sehingga merupakan tempat yang sangat aman bagi para santri yang ingin mencar ilmu dan memperdalam ilmu agama.
Berdasarkan pertimbangan itulah maka beliau lalu menetapkan pindah dari Semanten ke daerah Tremas, dan mendirikan pondok pesantren yang lalu disebut “ Pondok Tremas “. Demikianlah sedikit sejarah bangunnya Pondok Tremas yang dipelopori oleh beliau KH. Abdul Manan pada tahun 1830 M
Itulah beberapa Pondok Pesantren di Jawa Timur yang hingga kini tetap berkembang.
Berikut ini yaitu nama-nama Pondok Pesantren yang sudah tidak abnormal lagi ditelinga kita:
1. Pondok Pesantren Lirboyo – Kediri
Pondok pesantren terbaik di Jawa Timur adalah Lirboyo. Awal mula berdiri Pondok Pesantren Lirboyo berkaitan kurunt dengan kepindahan dan menetapnya KH Abdul Karim ke desa Lirboyo tahun 1910 M. Sebagai Pusat pendidikan Islam, Pondok Pesantren Lirboyo mencetak generasi bangsa yang cerdas ruhaniyah, juga smart-intelektual, mumpuni dalam keberagaman bidang, juga keberagamaan Islam yang otentik. Pondok Pesantren Lirboyo memadukan antara tradisi yang mampu mengisi kemodernitasan dan terbukti telah melahirkan banyak tokoh-tokoh yang shalih dan shalihah.
2. Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah – Situbondo
Pondok pesantren Salafiyah Syafiiyah bangun pada tahun 1328 H/1908 M. Berlokasi di Sukorejo, Situbondo. Dalam upaya mewujudkan pendidikan terbaik sesuai kebutuhan zaman, aneka macam lembaga pendidikan kejuruan dan keahlian pun didirikan, seolah-olah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Lembaga Kader Ahli Fiqh Ma’had Aly dan Madrasatul Qur’an sebagai forum kajian dan pendalaman ilmu-ilmu Al Qur’an. Termasuk forum ekonomi Koperasi. Lembaga-lembaga informal seolah-olah kursus dan pelatihan juga turut mewarnai perkembangannya.
3. Pondok Modern Darussalam Gontor – Ponorogo
Pondok pesantren Darussalam Gontor didirikan pada 20 September 1926/ 12 Rabi’ul Awwal 1345. Memiliki visi sebagai forum pendidikan pencetak kader-kader pemimpin umat, menjadi tempat ibadah talab al-’ilmi; dan menjadi sumber pengetahuan Islam, bahasa al-Qur’an, dan ilmu pengetahuan umum, dengan tetap berjiwa pesantren. Lokasinya terletak lebih kurang 3 km sebelah timur Tegalsari dan 11 km ke arah tenggara dari kota Ponorogo.
Gontor merupakan salah satu pondok pesantren terbaik yang memiliki Institut Studi Islam Darussalam (ISID). Saat ini ISID memiliki tiga Fakultas: Fakultas Tarbiyah dengan jurusan Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Ushuluddin dengan jurusan Perbandingan Agama, dan Akidah dan Filsafat, dan Fakultas Syariah dengan jurusan Perbandingan Madzhab dan Hukum, dan jurusan Manajemen Lembaga Keuangan Islam.
4. Pondok Pesantren Langitan – Tuban
Pondok Pesantren Langitan bangkit pada tahun 1852 M, di Dusun Mandungan Desa Widang Kecamatan Widang Kabupaten Tuban Jawa Timur. Komplek Pondok Pesantren Langitan terletak di samping Bengawan Solo dan berada di atas areal tanah seluas kurang lebih 7 hektar serta pada ketinggian kira-kira tujuh meter di atas permukaan bahari. Pesantren ini dalam kurun waktu yang cukup panjang, telah menerapkan beberapa methode pendidikan dan pengajaran dalam sistem klasikal (madrasiyah) dan non klasikal (ma’hadiyah).
5.Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang
Pesantren Tebuireng merupakan salah satu pesantren terbesar di Kab. Jombang. Pesantren ini didirikan pada tahun 1899 oleh salah satu ulama besar yaitu KH. Hasyim Asy’arie. Kyai Hasyim Asy’ari dikenal sebagai sosok ulama kharismatik sekaligus pendiri organisasi Ulama (NU).
Disamping pelajaran ilmu syari’at, bahasa Arab dan Agama islam, pondok pesantren ini juga memasukan pelajaran umum kedalam struktur pembelajarannya. Pesantren Tebuireng sudah sangat banyak menyampaikan bantuan terhadap masyarakat indonesia. Terutama di dalam dunia pendidikan indonesia.
KH Abdurrahman alias Gusdur menjadi presiden RI ke empat dan yang pertama berasal dari kalangan santri. Beliau yaitu cucu dari Kyai Hasyim Asy’ari.
6. Pondok Pesantren Sidogiri – Pasuruan
Pondok pesantren terbaik dan favorit di Jatim yang pertama ialah Ponpes Sidogiri yang didirikan pada tahun 1718 atau 1745 oleh Sayyid Sulaiman. Beliau yaitu putra pertama pasangan Sayid Abdurrahman bin Umar ba Syaiban dan Syarifah Khadijah, cucu Sunan Gunung Jati. Meskipun menggunakan sistem salaf dan tidak mendirikan pendidikan sekolah formal, tetapi Sidogiri banyak menghasilkan lulusan yang mumpuni. Madrasahnya pun telah mendapat status muadalah (persamaan). Sehingga ijazah aliyah mampu digunakan untuk kuliah.
Selain merupakan pondok pesantren tertua di Indonesia, perkembangan pesantren sidogiri yang sangat cepat, baik sisi pendidikan maupun perekonomian. Sayap bisnis para alumni Sidogiri dikembangkan lewat BMT MMU (Maslahah Mursalah lil Ummah) yang fokus pada pemberdayaan guru, BMT UGT (Usaha Gabungan Terpadu) yang melayani jasa keuangan syariah secara umum. Sedangkan perjuangan milik Ponpes Sidogiri yaitu toko basmalah. Sangat layak menjadi pertimbangan untuk memilihnya sebagai tempat pendidikan anak-anak Anda.
Selengkapnya Berdirinya Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan
7. Pondok Pesantren Darul Ulum – Jombang
Pondok Pesantren Darul Ulum didirikan antara tahun 1885-1937 M. Sebagai salah satu wadah pendidikan terbaik, Darul Ulum sejak didirikannya telah ditanamkan beberapa kriteria dasar ihwal tujuan dan dasar didirikannya. Dasar amaliyah sebagai forum sosialisasi nilai agama ialah sunnah wal jamaah. Secara bahasa Darul berarti Gudang sedangkan ‘Ulum, jamak dari ilmu yang berarti ilmu-ilmu, sehingga secara garis besar Darul ‘Ulum memiliki arti “Gudangnya Ilmu-ilmu”, yang filosofinya tampak terperinci dalam nama pondok pesantren tersebut.
8. Pesantren Ilmu Al-Quran – Malang
Pondok pesantren terbaik yang terletak di Singosari kabupaten Malang ini, (±10 km utara kota Malang) adalah lembaga pendidikan kepesantrenan semi salaf. Didirikan oleh KH Bashori Alwi pada 1 Mei 1978. Sesuai dengan namanya, PIQ mempunyai spesialisasi dan prioritas pengajaran pada Al-Quran. Hal ini abadt kaitannya dengan figur KHM. Basori Alwi sebagai spesialis ilmu tajwid, intelektual Al-Quran dan notabene pendiri Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffadz, suatu forum yang banyak melahirkan intelektual Al-Quran di Indonesia.
PIQ Singosari Malang sanggup membangun kepercayaan umat di dalam pengajaran dan pengembangan ilmu-ilmu agama. Hal itu dibuktikan dengan semakin banyaknya jumlah santri baik lokal maupun non lokal yang berasal dari luar kota (Jakarta, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, bahkan Irian Jaya) yang diikuti dengan pencapaian prestasi yang semakin meningkat, baik ketika mengikuti event-event tingkat regional maupun nasional. Bahkan
alumni-alumninya banyak yang memegang peranan penting di masyarakat.
9. Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Suci – Gresik
Pondok Pesantren Mamba’us Sholihin dirintis KH. Abdullah Faqih Suci sekitar tahun 1969 yang pada mulanya berupa surau kecil untuk mengaji AI-Qur’an dan Kitab Kuning di lingkungan desa Suci dan sekitarnya. Mamba’us Sholihin yang mengadopsi perpaduan sistem Salaf-Modern. Hal ini tak lepas dari pada Background Pengasuh Pesantren Al Mukarrom KH Masbuhin Faqih, yang merupakan alumni Gontor dan Langitan. Dengan semangat melestarikan kebaikan masa klasik, dan mengadopsi hal-hal baru yang lebih baik”, menimbulkan Mamba’us Sholihin sebagai Pesantren yang cukup lengkap kurikulum pendidikannya, baik yang berupa pendidikan formal maupun non formal.
10. Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan – Sumenep
Pondok Pesantren terbaik ini didirikan pada tahun 1952. Pondok Pesantren AL-AMIEN PRENDUAN diurus dan dikelola secara kolektif oleh beberapa Badan Pengurus yang terstruktur, sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing. Badan-badan pengurus tersebut bekerja sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen yang modern, efektif dan efisien tapi tetap berpijak pada bingkai visi dan misinya. Saat ini memiliki Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien (IDIA) dengan dibukanya 3 jurusan gres, Pendidikan Bahasa Arab (Tarbiyah), Jurusan Tafsir Hadis (Ushuluddin) dan Jurusan Akidah Filsafat (Ushuluddin).
11. Pondok Pesantren Nurul Jadid – Probolinggo
Pondok Pesantren Nurul Jadid didirikan oleh almarhum KH. Zaini Mun’im pada tahun 1950. Berlokasi di desa Karanganyar Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Membantu terbentuknya insan yang beriman, bertaqwa, berakhlaqul al-karimah, berwawasan luas, berpandangan kedepan, cakap, terampil, mampu berdiri diatas kaki sendiri, kreatif, mempunyai etos kerja, toleran, bertanggung jawab kemasyarakatan serta berguna bagi agama, bangsa dan negara.
12.Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Madura
Pesantren Darul Ulum Banyuanyar didirikan pada tahun 1787 oleh KH. Itsbat bin Ishaq. Pesantren ini termasuk pesantren tertua di Madura. Pesantren ini didirikan diatas sebidang tanah yang sempit dan gersang yang lalu disebut dengan “Banyuanyar”.
Penamaan “Banyuanyar” ini atas dasar penemuan sumber mata air yang cukup basar oleh KH. Itsbat yang tidak pernah surut hingga kini. Setelah KH. Itsbat wafat, beliau maninggalkan amanah biar lokasi pesantren kecilnya dikembangkan menjadi Pondok Pesantren yang representatif dan mampu menjawab segala tantangan zaman.
13.Pondok Pesantren Al-Khoirot, Malang
Pesantren Al-Khoirot didirikan pada tahun 1963 oleh KH. Syuhud Zayyadi. Dari segi usia pesantren ini terbilang masih muda di bandingkan dengan pesantren lain. Pesantren ini terletak di Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Sistem pendidikan yang diberlakukan di pesantren ini yaitu sistem pendidikan salaf murni, yaitu pengajian kitab kuning klasik dengan metode sorogan, wetonan, dan bandongan.
Saat ini sistem pendidikannya mulai berkembang dengan diperkenalkannya pendidikan formal madrasah diniyah, madrasah tsanawiyah (MTs) dan madrasah aliyah (MA) yang statusnya diakui pemerintah dan lulusannya mampu melanjutkan studi ke sekolah manapun baik negeri atau swasta, dalam negeri atau luar negeri.
14.Pondok Pesantren Al-Fatah, Temboro MAGETAN


Pesantren Al Fatah merupakan salah satu pesantren yang sedang tumbuh pesat. Pesantren ini terletak di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Secara fisik akan banyak dijumpai beberapa bangunan permanen yang cukup sederhana, terutama rumah-rumah para Ustadz.
Salah satu kelebihan pesantren ini ialah, kebersihan lingkungan dan paling utama kebersihan kamar mandi dan ketersediaan air higienis. Luar biasa. Walhasil tidak ada tradisi “jarban”/ korengan/penyakit gatal yang biasanya menjadi syarat bagi santri.
Pondok Pesantren Nurul Jadid didirikan oleh almarhum KH. Zaini Mun’im pada tahun 1950. Berlokasi di desa Karanganyar Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Membantu terbentuknya insan yang beriman, bertaqwa, berakhlaqul al-karimah, berwawasan luas, berpandangan kedepan, cakap, terampil, berdikari, kreatif, memiliki etos kerja, toleran, bertanggung jawab kemasyarakatan serta berkhasiat bagi agama, bangsa dan negara.
15. Pondok Pesantren Assalafi Al-Fitrah – Surabaya


Pondok pesantren terbaik dan favorit di Jawa Timur yang terakhir yaitu Pondok Pesantren Al Fithrah. Didirikan pada tahun 1985, berlokasi di jalan Kedinding Lor 99 Surabaya. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kala globalisasi dan isu, serta guna memberikan landasan yang berpengaruh dengan didikan yang bermoral, maka budpekerti mulia sangat diharapkan untuk membentengi diri, keluarga khususnya belum dewasa.
Meskipun tak banyak diliput media massa, nama Alm. KH Asrori Al-Ishaqi sudah tak gila lagi bagi masyarakat sekitar. Keteladanan dia patut dicontoh oleh pemuda-pemudi generasi penerus bangsa, dalam perkembangannya sangat membutuhkan pendidikan agama Islam, guna melindungi diri dan kehidupannya, semoga tidak terseret dalam arus globalisasi dan info yang menyesatkan. Sampai detik ini, Pondok Pesantren Assalafi Al-Fitrah, Surabaya masih dipercaya untuk mengayomi para santri dari penjuru Nusantara yang menimba ilmu di sana.
16.Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Mojo


Pondok Pesantren Al-Falah berada di desa Karangkates kecamatan Ploso Kabupaten Kediri. Pesantren ini didirikan oleh KH Ahmad Djazuli Usman yang di bantu oleh Muhammad Qomar dan didirikan pada tahun 1925.
17.PONDOK PESANTREN BATA-BATA – PAMEKASAN

Pondok ini didirikan pada tahun 1943 M oleh RKH. Abdul Majid bin Abdul Hamid bin RKH. Itsbat. Pesantren ini juga merupakan pesantren terbaik dan favorit yang ada di pulau Madura atau lebih tepatnya di Kabupaten Pamekasan.
18.PONDOK PESANTREN TREMAS PACITAN
Di ketahui sebagai Pondok pesantren tertua ke-2 di Pulau Jawa menurut sejarah. [Desa Tremas - Kecamatan Arjosari]
Sejarah berdirinya Perguruan Islam “Pondok Tremas” Pacitan tidak lepas dari sejarah pendirinya yaitu KH Abdul Mannan putra R. Ngabehi Dipomenggolo seorang Demang di tempat Semanten pinggiran kota Pacitan. KH. Abdul Manan pada masa kecilnya berjulukan Bagus Darso. Sejak kecil beliau sudah populer cerdas dan sangat tertarik terhadap problematika religius. Pada masa remajanya ia dikirim oleh ayahnya ke Pondok Pesantren Tegalsari Ponorogo untuk mempelajari dan memperdalam pengetahuan agama Islam di bawah bimbingan Kyai Hasan Besari. Selama disana Bagus Darso selalu mencar ilmu dengan rajin dan tekun. Karena ketekunan, kerajinan dan kecerdasan yang dibawanya semenjak kecil itulah maka kepandaian Bagus Darso dalam menguasai dan memahami ilmu yang dipelajarinya melebihi kawan-kawan sebayanya.
Setelah Bagus Darso dianggap cukup ilmu yang diperolehnya di Pondok Pesantren Tegalsari, ia pulang ke Semanten. Di desa inilah ia kemudian menyelenggarakan pengajian yang sudah barang tentu bermula dengan sangat sederhana. Dan lantaran semenjak di Pondok Tegalsari dia sudah terkenal sebagai seorang santri yang tinggi ilmunya, maka banyaklah orang Pacitan yang mengaji pada beliau. Dari sinilah kemudian di sekitar masjid didirikan pondok untuk para santri yang tiba dari jauh. Namun beberapa waktu lalu pondok tersebut pindah ke daerah Tremas setelah beliau dikawinkan dengan Putri Demang Tremas R. Ngabehi Hongggowijoyo. Sedang R. Ngabehi Honggowijoyo itu sendiri adalah kakak kandung R. Ngabehi Dipomenggolo.
Diantara faktor yang menjadi penyebab perpindahan Kyai Abdul Manan dari kawasan Semanten ke desa Tremas, yang paling pokok adalah pertimbangan kekeluargaan yang dianggap lebih baik dia mutasi ke kawasan Tremas. Pertimbangan tersebut antara ialah, karena mertua dan istri dia menyediakan tempat yang jauh dari keramaian atau pusat pemerintahan, sehingga merupakan tempat yang sangat aman bagi para santri yang ingin mencar ilmu dan memperdalam ilmu agama.
Berdasarkan pertimbangan itulah maka beliau lalu menetapkan pindah dari Semanten ke daerah Tremas, dan mendirikan pondok pesantren yang lalu disebut “ Pondok Tremas “. Demikianlah sedikit sejarah bangunnya Pondok Tremas yang dipelopori oleh beliau KH. Abdul Manan pada tahun 1830 M
Itulah beberapa Pondok Pesantren di Jawa Timur yang hingga kini tetap berkembang.




0 Response to "18 Pondok Pesantren terpopuler dan terbaik di Jawa Timur"
Post a Comment