-->

Pengertian Bangsa dan Negara berdasarkan Para jago

Sebelum menguraikan pengertian bangsa dan negara berdasarkan para mahir, patut dicermati bahwa penggunaan istilah “Bangsa” dan “Negara” berkaitan bersahabat satu sama lain. Guru besar Universitas Sorbone, Prof. Ernest Renan, mengemukakan pengertian bangsa (nation) ialah suatu kesatuan solidaritas, kesatuan yang terdiri dari orang - orang yang saling merasa setia kawan satu sama lain. 

 
Nation atau bangsa yaitu suatu jiwa, suatu asas spiritual, beliau menjadi kesatuan solidaritas yang besar, tercipta oleh perasaan pengorbanan yang telah dibuat di kurun lampau dan oleh orang - orang yang bersangkutan bersedia dibentuk di masa depan. Nation memiliki periode lampau, tetapi beliau melanjutkan dirinya pada kala sekarang melalui suatu kenyataan yang terperinci: yaitu akad, keinginan yang dikemukakan dengan aktual untuk terus hidup bersama. lantaran itu, suatu bangsa tidak tergantung pada kesamaan asal ras, suku bangsa, agama, bahasa, geografi, atau hal - hal sejenis lainnya. Namun demikian, munculnya suatu nation dialah seakan menjadi kesepakatan bersama yang terjadi setiap hari (Bachtiar, 1987: 23).

Pengertian Bangsa dan Negara berdasarkan Para hebat Benedict Anderson mengungkapkan pengertian bangsa secara unik. berdasarkan pengamatannya, bangsa beliaulah komunitas politik yang dibayangkan ( Imagined Political Community ) dalam wilayah yang mempunyai batas yang terperinci dan berdaulat. Dikatakan sebagai komunitas politik yang dibayangkan lantaran bangsa yang paling kecil sekalipun para anggotanya tidak kenal satu sama lain. Di bayangkan secara terbatas lantaran bangsa yang paling besar sekalipun yang penduduknya ratusan juta mempunyai batas wilayah yang terperinci. Dibayangkan berdaulat lantaran bangsa ini berada di bawah suatu negara mempunyai kekuasaan atas seluruh wilaya h dan bangsa tersebut.

Akhirnya bangsa disebut sebagai komunitas yang dibayangkan lantaran terlepas adanya kesenjangan, para anggota bangsa itu selalu memandang satu sama lain sebagai saudara sebangsa dan setanah air. Perasaan sebangsa inilah yang menimbulkan berjuta - juta orang bersedia mati bagi komunitas yang dibayangkan tersebut (Surbakti, 1992: 42).

Merujuk pada pendapat Anderson, penciptaan solidaritas nasional digambarkan sebagai proses pengembangan imajinasi di masangan anggota masyarakat wacana komunitas mereka, sehingga orang Aceh yang tidak pernah berkunjung ke Jawa Tengah dan tidak pernah bertemu dengan orang Jawa Tengah mampu membuatkan kesetiakawanan terhadap sesama anggota komunitas Indonesia itu.

Pengertian bangsa mengandung elemen pokok berup a jiwa, kehendak, perasaan, pikiran, semangat, yang bersama - sama membentuk kesatuan, kebulatan dan ketunggalan serta semuanya itu yang dimaksud yaitu aspek kerohaniannya. Bangsa, bukanlah kenyataan yang bersifat lahiriah, melainkan bercorak rohaniah, yang adanya hanya sanggup disimpulkan berdasarkan pernyataan senasib sepenangungan dan kemauan membentuk kolektivitas.

Pengertian Negara

Munculnya istilah “Negara” tidak terlepas dari keberadaan manusia sebagai makhluk sosial, di mana sebagai manusia memiliki dorongan untuk hidup bersama dengan manusia lain, berkelompok dan berhubungan. lantaran itulah dalam masyarakat dijumpai berbagai macam organisasi, dari organisasi politilik, organisasi sosial, organisasi profesi, organisasi keagamaan, dan sebagainya. Salah satu bentuk organisasi dalam kehidupan masyarakat ialah organisasi yang dinamakan negara. Namun perlu dinyatakan bahwa organisasi yang dinamakan negara ini mempunyai karakteristik atau sifat - sifat yang khusus yang membedakan dengan organisasi - organisasi l ainnya.

Menurut O. Hood Phillips, dkk. Negara (state) didefinisikan sebagai “An independent political society occupying a defined territory, the member of which are united together for the purpose of resisting external force and the preservation of internal order” (Asshiddiqie, 2010: 9). Maksudnya bahwa negara ialah masyarakat politik independen yang menempati wilayah tertentu, dan yang anggotanya bersatu dengan tujuan untuk menghadapi tantangan atau kekuatan dari luar dan mempertahankan tatanan internal. Dalam tataran yang lebih filosofis Hans Kelsen (Asshiddiqie, 2010: 10) dalam bukunya General Theory of Law and State memandang negara sebagai entitas yuridis (state as a juristic entity) dan negara sebagai masyarakat yang terorganisasikan secara politis (politically organized society).

Negara ialah suatu organisasi di antara kelompok atau beberapa kelompok manusia yang bersama- sama mendiami suatu wilayah (territori) tertentu dengan mengakui adanya suatu pemerintahan yang mengurus tata tertib dan keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia tadi (Wirjono Prodjodikoro, 1983:2)

Pendapat lain perihal pengertian negara dikemukakan oleh O. Notohamidjojo, yang menyatakan bahwa negara yaitu organisasi masyarakat yang bertujuan mengatur dan memelihara masyarakat tertentu dengan kekuasaannya. Sementara berdasarkan Soenarko negara yaitu organisasi masyarakat yang mempunyai tempat tertentu dimana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai souverein. (Lubis, 1982: 26).

Dengan memperhatikan beberapa pengertian bangsa dan negara di atas, sanggup ditarik akhir bahwa negara beliaulah organisasi masyarakat yang mempunyai wilayah tertentu dan berada di bawah pemerintahan yang berdaulat yang mengatur kehidupan masyarakat tersebut. Negara merupakan konstruksi yang diciptakan manusia dalam rangka mengatur pola korelasi antar insan dalam kehidupan masyarakat. Sedangkan bangsa ialah suatu kesatuan solidaritas, ialah kesatuan yang terdiri dari orang - orang yang saling merasa setia kawan dengan satu sama lain.

0 Response to "Pengertian Bangsa dan Negara berdasarkan Para jago "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel