Manfaat tanaman Teratai
![]() |
| Teratai (Nelumbium nelumbo Druce.) |
Familia
Nymphaeaceae.
Sinonim
Nelumbium
nuciferum Gaertn. = Nelumbium speciosum Wiild. = Nelumbo nucifera Gaertn. =
Nymphaea nelumbo L. = Nymphaea indica major Rumph.
Nama tempat
Padma, seroja,
terate, tarate, teratai besar.
Nama ajaib
Lien (T),
baino (F), lotus, lotusblume (B), secred lotus, indian lotus, pink lotus, lotus
(I).
Sifat Kimiawi
dan efek Farmakologis
- Biji : memelihara kondisi jantung, bermanfaat bagi ginjal, dan menguatkan limpa..
- Tunas biji teratai : menghilangkan panas dalam jantung, menurunkan panas (antipiretik), menghentikan pendarahan (hemostatik) menahan ejakulasi dini.
- Kulit biji teratai : menghentikan pendarahan (hemostatik) menghentikan panas dalam di lambung, mengeluarkan panas dan lembab dari usus.
- Benangsari : menghilangkan panas dari jantung, menguatkan fungsi ginjal, menahan ejakuasi dini dan menghentikan pendarahan (hemostatik).
- Penyangga bunga (receptacle) : membuyarkan darah beku, menghentikan pendarahan (hemostatik).
- Batang teratai (tangkai bunga, tangkai daun) : menurunkan panas (antipiretik), dan memperlancar buang air kecil (diuretik).
- Daun : membersihkan panas dan menghilangkan lembab, menghentikan pendarahan (hemostatik).
- Dasar daun : menurunkan panas (antipiretik), menormalkan menstruasi, menguatkan kehamilan.
- Rimpang : dimakan mentah memiliki kegunaan menurunkan panas (antipiretik), membuyarkan darah beku. kalau dimasak berguna menguatkan limpa, menambah selera makan (stomakik), penambah darah, membantu pertumbuhan otot dan menyembuhkan diare.
- Akar : menghentikan pendarahan (hemostatik), membuyarkan darah beku, penenang (sedatif).
Kandungan Kimia
- Bunga : kuersetin, luteolin, isokuersitrin, kaempferol.
- Benangsari : kuersetin, luteolin, isokuersitrin, galuteolin, juga terdapat alkaloid.
- Penyangga bunga (receptacle) : protein, lemak, karbihidrat, karoten, asam nikotinat, vitamin B1, B2, C dan sedikit mengandung nelumbin.
- Biji : kaya akan pati juga mengandung raffinosa, protein, lemak, karbihidrat, kalsium, phosphor, dan besi. Kulit biji teratai mengandung nuciferin, oxoushinsunine, N-norarmepavin.
- Tunas biji teratai : liensinin, isoliensinin, neferin, nuciferin, pronuciferin, lotusina, methylcorypalline, demethylcoclaurine, galuteolin, hyperin.
- Rimpang : pati, protein, asparagin, vitamin C, selain itu juga mengandung katekol, d-gallocatechol, neochlorogenic acid, leucocynidin, leucodelphinidin, peroksidase, dan lain-lain.
- Akar : zat tanat dan asparagin.
- Daun : roemerin, nuciferin dan nornuciferin.
- Tangkai daun : roemerin, nornuciferin, resin, dan zat tanat.
- Oxoushinsunine yang terdapat pada kulit biji teratai berkhasiat menekan perkembangan kanker hidung dan tenggorokan, sedangkan niji dan tangkai teratai berkhasiat antihipertensi.
Bagian yang Diapakai
Seluruh
tumbuhan, daun dan tangkai, bunga dan benangsari, biji dan penyangga bunga yang
seperti tawon (receptacle), serta tunas biji. Pemakaian segar atau yang telah dikeringkan.
Kegunaan
1. Biji :
- Gangguan penyerapan kuliner (malabsorbtion);
- Diare, disentri;
- Radang usus kronis (enteritis kronis);
- Hepatitis;
- Muntah-muntah (hiperemesis);
- Kanker (nesopharynx);
- Lesu tidak bersemangat (neurasthenia);
- Susah tidur (insomnia), banyak mimpi ;
- Mimpi lembap (spermatorrhea);
- Buang air kecil terasa sakit dan keruh (disuria);
- Keputihan (leukorrhea), pendarahan pada perempuan;
2. Tunas biji
teratai :
- Demam, rasa haus;
- Jantung berdebar (palpitasi);
- Tekanan darah tinggi (hipertensi);
- Muntah darah (hematemesis);
- Ejakuasi dini;
- Susah tidur (insomnia);
- Mata merah dan bengkak;
- Pendarahan seperti muntah darah (hemetemesis), disentri;
- Keputihan (leukorrhea);
- Sering buang air kecil/beser;
- Tidak dapat menahan buang air kecil (enuresis);
4. Receptacle
(dasar bunga) :
- Pendarahan sewaktu hamil;
- Keluar cairan (lochia) yang berlebihan sesudah melahirkan;
- Darah haid berlebihan (metrorrhagia);
- Sakit perut bawah akibat sumbatan darah;
- Buang air besar berdarah (hematuria);
- Demam, rasa haus;
- Tekanan darah tinggi (hipertensi);
- Sakit jantung;
- Gangguan lambung;
- Kurang darah (anemia);
- Batuk darah (hemoptysis), muntah darah (hematemesis), mimisan;
- Kencing darah (hematuria), buang air kecil panas dan merah, buang air besar berdarah (melena);
- Gangguan pada mati haid (menopause);
- Neurosis,
- Wasir (hemorrhoids);
- Pingsan lantaran hawa panas (heat sroke);
- Pusing (vertigo), sakit gigi;
- Diare karena panas atau lembab;
- Beri-beri;
- Pendarahan seperti mimisan, muntah darah (hematemesis), buang air besar berdarah (melena);
- Pendarahan pada wanita;
- Disentri, diare;
8. Batang :
- Pingsan lantaran hawa panas (heat sroke);
- Dada terasa tertekan karena panas atau lembab;
- Diare;
- Muntah (hisperemesis);
- Keputihan (leucorrhea);
- Luka terpukul (trauma);
- Pendarahan;
- Radang kulit bernanah (pioderma);
10. Tepung rimpang
:
- Menambah selera makan (stomakik);
- Badan lemah dan kurang darah (anemia);
- Diare.
Dosis pemakain
- Pemakaian luar : ruas akar teratai dicuci kemudian dijus, airnya sebagai obat tetes.
- Pemakain dalam (minum) :
- Rimpang : 240 gram, direbus atau dijus;
- Daun : 5-12 gram, direbus kemudian airnya diminum;
- Tangkai : 3-5 gram, , direbus lalu airnya diminum;
- Bunga : 3-5 gram, , direbus lalu airnya diminum;
- Benang sari : 3-10 gram, , direbus kemudian airnya diminum;
- Receptacle : 10-15 gram, , direbus lalu airnya diminum;
- Biji : 5-12 gram, , direbus kemudian airnya diminum;
- Tunas biji teratai : 1,5-3 gram, , direbus kemudian airnya diminum;
Pemakain Luar
- Mimisan (keluar darah dari hidung) : ruas akar teratai dicuci higienis kemudian dijus, airnya diteteskan ke hidung.
Pemakaian Dalam
- Demam, sakit tenggorokan, tenggorokan kering dan basah : 30 gram rimpang teratai, 15 gram tebu (Saccharum officinarum) yang telah dibuang kulitnya dan 1 buah pir. Semua bahan diblender, disaring lalu airnya diminum.
- Sakit kepala : 15 gram daun teratai kering (ho lien ye), 6 gram bunga ros/mawar kering (Rosa chinensis Jacq.), dan 10 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.) direbus dengan air secukupnya, kemudian airnya diminum selagi hangat.
- Batuk darah (hemoptysis), muntah darah (hematemesis) : rimpang teratai dicuci bersih lalu dijus hingga terkumpul 200 cc kemudian airnya diminum.
- Batuk darah (hemoptysis), radang kelenjar gondong (parotitis) dan demam : 30 gram rimpang teratai dan 30-60 gram akar alang-alang (Imperata cylindrica L.). dicuci lalu direbus dengan air secukupnya, setelah hambar disaring lalu airnya diminum.
- Mimisan, batuk darah (hemoptysis) : akar rimpang teratai, kangkung (Ipomoea reptans Poir.), dan lobak (Raphanus sativus L.) masing-masing secukupnya, dicuci dan dijus kemudian diminum.
- Pendarahan pada telinga, hidung, lisan dan alat genitalia : 100 gram rimpang teratai dan 100 gram bunga delima (Punica granatum L.) direbus dengan air secukupnya, kemudian airnya diminum sedangkan akar teratai dan bunga delimanya dapat dimakan.
- Pendarahan pada rahim : 100 gram rimpang teratai, 30 gram jamur putih kering (Tremella fuciformis Berk.), dan 10 buah kurma, dimasak sesuai selera lalu dimakan.
- Menghentikan pendarahan (hemostatik) : cara ke-1 : 100 gram rimpang teratai dan 30 gram daun hia/baru cina (Artemisia vulgaris L.) direbus dengan 300 cc, sehabis masbodoh airnya diminum, sedangkan rimpang teratainya mampu dimakan; Atau cara ke-2 : 200 gram rimpang teratai segar dan 60 gram daun dewa segar (Gynura segetum [Lour] Merr.) dicuci kemudian dijus, tambahkan gula merah secukupnya kemudian diminum, lakukan 2-3 kali sehari; Atau cara ke-3 : 200 gram rimpang teratai segar dan 100 gram kucai segar (Allium odorum Linn.) diblender, kemudian direbus, setelah masbodoh airnya diminum. Atau cara ke-4 : 30 gram rimpang teratai dan 10 gram jamur kuping hitam (Auricularia auricula), dicuci dan dipotong-potong kemudian ditumis (bisa ditambah materi lain yang disukai), sehabis matang dimakan.
- Mengatasi pengerasan pembuluh darah (arteriosclerosis) : 30 gram rimpang teratai dipotong-potong, 20 gram jali (Coix lacryma jobi L.), 20 gram rumput bahari, 100 gram kacang hijau (Phasiolus radiatus Linn.), 30 gram kacang cuka dan gula pasir secukupnya. Rendam secara terpisah jali, rumput maritim, dan kacang hijau. kalak semua bahan menjadi bubur, kemudian makan sehabis agak masbodoh.
- Darah tinggi (hipertensi) : cara ke 1 : 10 gram biji teratai/lien ce dan 15 gram tunas biji teratai (Lien sim), direbus dengan 40 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum seperti teh dan biji teratainya dimakan, lakukan setiap hari; cara ke 2 : 10 - 15 gram biji teratai/lien ce direbus dengan air secukupnya hingga mendidih, lalu diminum sebagai teh; mampu juga tunas biji teratai digiling halus, diseduh dengan air panas lalu diminum; cara ke 3 : 30 gram biji teratai/lien ce, 75 gram seledri (Apium graveolens Linn.) dan 25 gram jamur putih kering (Tremella fuciformis Berk.) yang telah direndam terlebih dahulu, direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, sesudah masbodoh airnya diminum sedangkan biji teratai, seledri dan jamur putihnya mampu di makan, lakukan setiap hari; cara ke 4 : 30 gram biji teratai/lien ce, 75 gram seledri segar (Apium graveolens Linn.), 50 gram asparagus segar (Asparagus officianalis L.), 25 gram jamur putih kering (Tremella fuciformis Berk.) dan 20 butir kacang cuka. Semua bahan tersebut dimasak sesuai selera lalu di makan.
- Mengatasi sakit lambung dan usus pada usia lanjut : 20 butir biji teratai/lien ce (direndam dahulu), rimpang teratai secukupnya dan 30 gram kacang tanah (Arachies hypogaea), dimasak sop sehabis matang dimakan.
- Radanhg usus (enteritits), muntah (hisperemesis), diare : 30 gram rimpang teratai dan 15 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), dicuci, dipotong-potong seperlunya lalu diblender, kemudian diminum.
- Muntah (hisperemesis) : lendir dari tangkai daun dan tangkai bunga teratai masing-masing 1 sendok teh, diseduh dengan 200 cc air panas, diminum selagi hangat. Lakukan satu kali sehari.
- Muntah (hisperemesis), diare : 50 gram rimpang teratai segar, dan 15 gram jahe dicuci lalu dijus kemudian diminum. Lakukan 3 kali sehari.
- Disentri : 50 gram rimpang teratai dan 10 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), dicuci kemudian diparut atau dijus, air perasannya ditambahkan 100 cc air lalu dipanaskan hingga mendidih, setelah acuh taacuh ditambahkan 1 sendok makan madu, diaduk kemudian diminum.
- Panas dalam, gondokan, juga bermanfaat untuk penderita jantung dan lever : 100 gram rimpang teratai dan 50 gram akar alang-alang segar (Imperata cylindrica L.), dicuci dan dipotong-potong seperlunya lalu direbus dengan 500 cc air bersih hingga tersisa 250 cc. setelah cuek disaring lalu airnya diminum seakan-akan teh.
- Menghilangkan gangguan lever dan empedu, menurunkan tekanan darah (hifotensif dan mengembalikan nafsu makan : 30 gram rimpang teratai dimasak dengan 500 gram kacang hijau (Phaseolus radiatus Linn.) atau 60 gram jali (Coix lacryma-jobi L.), kemudian dimakan.
- Meningkatkan fungsi jantung, melancarkan peredaran darah, menormalkan tekanan darah, mengembalikan nafsu makan, dan sebagai penenang (sedatif) : 30 gram biji teratai (Lien ce) dimasak dengan 60 gram jali (Coix lacryma jobi L.) hingga menjadi bubur kemudian sehabis hambar dimakan buburnya.
- Jantung coroner : cara ke 1 : 100 gram rimpang teratai segar dan 100 gram akar alang-alang segar (Imperata Cylindrica L.), jamur putih kering (Tremella fuciformis Berk.) dan jamur hioko kering (Pasanea prumus) masing-masing 20 gram, semuanya dicuci lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali 150 cc, sedanhgkan jamur putih, jamur hioko dan akar rimpang teratai dapat dimakan.; cara ke 2 : 30 gram rimpang teratai dipotong-potong, 50 gram asparagus segar (Asparagus officinalis L.), 10 gram jamur putih kering (Tremella fuciformis Berk.) atau 10 gram jamur hioko (Pasanea prumus) dan 10 butir kacang cuka, dimasak sesuai selera kemudian dimakan.
- Jantung berdebar keras (palpitasi) : 60 gram biji teratai (lien ce), kaktus gepeng (Opuntia dilenii Haw.) secukupnya (yang telah dibuang kulitnya kemudian dijus), tambahkan gula dan air secukupnya kemudian ditim, sesudah matang dimakan.
- Mencegah dan mengatasi hepatitis : 10 butir biji teratai (lien ce) segar direbus dalam periuk tanah dengan air secukupnya hingga lembut kemudian masukkan satu buah kesemek kering (Dyospyros kaki L.) yang telah diiris-iris, kemudian direbus kembali hingga airnya tersisa 400 cc, kemudian diminum untuk 2 kali sehari, setiap kali 200 cc, biji teratai dan kesemeknya dapat dimakan.
- Tifus : 100 gram rimpang teratai muda, 30 gram sambiloto (Andropaghis paniculata Ness.) dan 200 gram pepaya 1/2 matang (Carica papaya L.), direbus dengan air secukupnya, tambahkan satu sendok makan madu lalu airnya diminum selagi hangat sedangkan rimpang teratai dan pepaya mampu dimakan.
- Step kronis pada anak-anak : 5 kuntum bunga teratai direbus dengan air secukupnya, sesudah acuh taacuh airnya diminum untuk menurunkan panas.
- Mengatasi sering berkeringat pada malam hari di isu terkini panas pada belum dewasa : daun teratai (ho lien ye) secukupnya, 100 gram kacang hijau (Phaseolus radiatus L). dan 50 gram krokot segar (Portulaca oleraceae L.) direbus dengan 600 cc air sampai tersisa 300 cc, sehabis acuh taacuh disaring lalu airnya diminum. Lakukan 2-3 kali sehari.
- Susah tidur (Insomnia) 5-12 gram biji teratai (lien ce) direndam, direbus dengan air secukupnya, kemudian air rebusannya diminum dan biji teratainya dimakan.
- Defresi, stres, dan gelisah : 20 butir biji teratai (lien ce), 15 gram biji lengkeng (Euphioria longana Lamk.), 10 butir angco dan 10 butir kim cim, semuanya direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, airnya diminum sedangkan biji teratai, angco dan kim cim mampu dimakan.
- Meningkatkan stamina tubuh, meningkatkan gairah seksual dan menunda proses penuaan : 30 gram biji teratai (lien ce), 15 gram biji kucai (Allium odorum Linn.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, tambahkan madu secukupnya lalu airnya diminum, biji teratainya mampu dimakan.
- Menunda penuaan : 30 gram biji teratai (lien ce) , 15 gram bunga teratai dan 50 gram akar rimpang teratai yang telah dipotong-potong, rebus bersama 25 gram beras merah (Oryza sativa L.) hingga menjadi bubur, kemudian dimakan.
- Mengatasi gangguan psikis (cemas, emosional) dan fisik pada periode menopause : cara ke-1 : 10 gram biji teratai (lien ce), 10 gram umbi bunga lili/pahap (dapat dibeli ditoko obat Tionghoa), dan 15 gram kulit labu bligo kering (Benincasa hispida Cogn.). direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, sehabis acuh taacuh airnya diminum, sedangkan pahap dan biji teratainya dimakan. Cara ke-2 : 20 butir biji teratai (lien ce), 20 butir angco dan 30 gram kie cie (beli di supermarket), 5 gram kulit jahe kering (Zingiber officinale Rosc.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu airnya diminum, sedangkan biji teratai, angco dan kie cie dapat dimakan.
- Menghaluskan kulit : 30 gram bunga teratai dimasak dengan ketan secukupnya, tambahkan sedikit gula lalu dimasak sampai menjadi bubur kemudian dimakan.
- Bercak-bercak di kulit lantaran kekurangan trombosit : 250 gram akar teratai dimasak dengan 100 gram angco atau kurma (beli di supermarket) sehabis matang dimakan.
- Mengatasi bengkak : 60 gram daun teratai kering (ho lien ye) atau 250 gram yang segar direbus dengan air secukupnya lalu airnya diminum seakan-akan teh.
- Wasir (hemorrhoids) disertai pendarahan : 100 gram rimpang teratai dipotong-potong kemudian direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.
Catatan
- Biji teratai kim cim mampu dibeli di supermarket atau toko obat Tionghoa, akar rimpang teratai dapat dibeli di pasar-pasar tradisional.
- Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit berat tetap konsultasikan ke dokter.
Kunjungi tanaman berguna obat yang lain di Macam tumbuhan berguna Obat

0 Response to "Manfaat tanaman Teratai"
Post a Comment