SILSILAH l SUNAN KALIJAGA KE NABI MUHAMMAD
SILSILAH KETURUNAN SUNAN KALIJAGA KE LELUHUR PARA PEMIMPIN NUSANTARA
Ketika mempelajari data yang obyektif dalam sejarah para Bupati Tuban, dalam Babad Tuban. Penulis menemukan titik temu antara data silsilah Sunan Kalijaga dari berbagai versi. Penulis menyebutnya obyektif lantaran data tersebut sebenarnya bukanlah data subyektif silsilah Sunan Kalijaga yang versinya amat tergantung dengan doktrin masing-masing penjaganya, bahkan data tersebut hanya menyebutkan ihwal nama para bupatinya saja tanpa menyebut nama Sunan Kalijaga yang bukan merupakan bupati Tuban. Namun demikian lantaran sudah teramat masyhur di semua versi sebetulnya Sunan Kalijaga yaitu putra kandung bupati Tuban yang bernama Wilatikta, sehingga data sejarah tersebut dapat disusun sebagai silsilah genealogis yang akan kita didapati sebagai berikut :
1. Prabu Banjaransari
2. Raden Arya Metahun
3. Bupati Lumajang Tengah Raden Arya Randu Kuning./ Kyai Ageng / Kyai Gede Lebe Lontong
4. Bupati Gumenggeng Raden Arya Bangah; Bekas kabupaten tersebut kini menjadi Desa Banjaragung (Kecamatan Rengel)
5. Bupati Lumajang Raden Arya Dandang Miring
6. Bupati Tuban ke-1 Raden Dandang Wacana / Kyai Gede Papringan, BERPUTRI
7. Nyai Ageng Lanang Jaya / Nyai Lanang Baya [Istri Kyai Lanang Baya lihat Jalur Silsilah III, point 20]
8. Bupati Tuban ke-2 Haryo Ronggo Lawe / Rangga Teja Laku / Syeikh Jali Al-Khalwati / Syekh Khawaji [Dimasa ini Tuban di bawah kekuasaan Majapahit]
9. Bupati Tuban ke-3 Haryo Siro Lawe
10. Bupati Tuban ke-4 Haryo Siro Wenang
11. Bupati Tuban ke-5 Haryo Lana / Arya Teja I
12. Bupati Tuban ke-6 Haryo Dikoro / Arya Teja II BERPUTRI
13. Raden Ayu Hariyo Tejo berputra (Istri dari Bupati Tuban ke-7 Hariyo Tejo / Maulana Mansur, Lihat jalur Silsilah II point)
[Di kurun ini & kurun putra beliau ialah era transisi kepenguasaan akan Tuban dari Majapahit ke Demak]
14. Bupati Tuban ke-8 Raden Hariyo Wilatikta / Raden Ahmad Sahuri berputra
15. SUNAN KALIJAGA
Ternyata dari data tersebut di atas point 7 & 13 adalah nenek moyang dari garis wanita Sunan Kalijaga yang datanya akhir kesubyektifitas dan atau distorsi gosip & komunikasi terbaur antara leluhur dari garis laki & perempuan dalam versi lain. Hal ini kerap terlewatkan, lantas begitu saja menghubungkan Silsilah Sunan Kalijaga ke leluhur ia sebagai garis laki padahal ada yang berasal dari tautan wanita dan sebaliknya. Sehingga data ini menjadi tumpuan penting dalam mencari titik temu tiap-tiap versi yang penulis yakini masing2 mempunyai latar belakang kebenaran & latar belakang historis akan penjagaannya.
Bila kita perhatikan data di atas pada point 12-13 dari sumber Babad Tuban, disebutkan bahwa Hariyo Tejo menjadi pemimpin Tuban dikarenakan menikahi putri pemimpin Tuban sebelumnya. Babad Tuban, menyebutkan pula bahwa Arya Teja bukanlah seorang pribumi jawa. Ia berasal dari kalangan masyarakat Arab dan merupakan seorang ulama sedangkan muasal dia disebut sebagai saudara / masih memiliki kekerabatan dengan Sunan Ampel, sehingga data ini amat pas dan menjadi titik temu dengan versi silsilah Sunan Kalijaga sebagai sayyid keluarga Azmatkhan yang bisa dilihat di Jalur Silsilah II.
Lantas jika kita perhatikan data di atas point 6,7, 8 maka akan kita dapati titik temu dengan versi Silsilah Sunan Kalijaga yang bersambung ke Sayyidina Abbas sebagaimana dapat dilihat di Jalur Silsilah III khususnya point 20 & 21. Karena nama terkait di aneka macam sumber, masyhur bersambung secara nasab garis laki ke Sayyidina ABBAS.
Sehingga mampu disimpulkan banyak sekali versi muasal genealogis Sunan Kalijaga baik yang dari versi keturunan local pribumi Jawa, keturunan Nabi Muhammad & keturunan Sayyidina Abbas ternyata sama2 memiliki latar belakang kebenarannya dan titik temunya masing-masing yang selama ini terbaur lantas tidak difahami tautan jalurnya. Hal ini diakibatkan kebudayaan & kebiasaan nusantara yang menisbatkan leluhur baik dari garis laki maupun wanita lantas terbaur. Ketika ini terfahami & diletakkan pada tempatnya masing-masing, penulis malah menghargai kebiasaan penisbatan tersebut sehingga bisa mengenali leluhur dari suatu tokoh bersejarah secara objektif mana yang dari garis lakinya maupun yang dari garis wanitanya.
SILSILAH NASAB SUNAN KALIJAGA AZMATKHAN KE NABI MUHAMMAD
Data Pendukung bergotong-royong Sunan Kalijaga sayyid keturunan Nabi ialah dari keselarasan dgn cerita Babad Tuban sebagaimana disebut di atas. Kitab Syajaroh & Tarikh Al Azamat Khan dikutip dalam “Sejarah & Silsilah dari Nabi Muhammad SAW ke Walisongo oleh Drs. Aburumi Zainal Lc. – Habib Zainal Abidin Assegaf menuliskan secara jelas nasab ia sebagaimana di bawah ini, begitu pula Kitab Syamsud Dhahirah, Karya Al-Habib Abdurrahman bin Muhammad bin Husain Al-Masyhur sebagai data Rabithah Alawiyyah dan Kitab Nasab Wali Songo, juga Karya Al-Habib Bahruddin Azmatkhan Ba’alawi Al-Husaini.
Silsilah ini juga sesuai dengan keterangan Profesor Husaini Jayadiningrat didalam bukunya yang menceritakan bahwa dalam tradisi Cirebon terdapat Silsilah Sunan Kalijogo yang diurutkan hingga hingga kepada Rasulullah SAW, begitu pula keterangan Van Den Berg dan Hj de Graff, sesuai dengan cerita Tome Pires.
Sunan Kalijaga juga menikahi 4 Syarifah putri para anggota Walisongo sehingga secara fiqih mengenai ijab kabul kafaah nasab pd syarifah, makin menguatkan fakta bantu-membantu Sunan Kalijaga adalah Sayyid turunan Nabi Muhammad* [* secara faktual nasab dr garis laki keturunan Ali bin Abi Thalib, namun secara syar’i keturunan Nabi Muhammad meski melalui garis perempuan / putri dia Fathimah, berdasarkan dalil hadist “SEMUA anak Adam bernasab kepada orang bau tanah lelaki (ayah mereka), KECUALI putra-putra Fatimah. Akulah ayah mereka dan akulah yang menurunkan mereka”]
1. Nabi Muhammad Rasulullah SAW berputri
2. Sayyidah Fathimah Az-Zahra (menikah dengan Sayyidina Ali bin Abi Thalib) berputra turun temurun :
3. Al-Husain
4. Ali Zainal Abidin
5. Muhammad Al-Baqi
6. Ja’far Shadiq
7. Ali Al-Uraidhi
8. Muhammad
9. Isa
10. Ahmad Al-Muhajir
11. Ubaidillah
12. Alwi
13. Muhammad
14. Alwi
15. Ali Khali’ Qasam
16. Muhammad Shahib Marbath
17. Alwi Ammil Faqih
18. Abdul Malik Azmatkhan
19. Abdullah
20. Ahmad Jalaluddin
21. Ali Nuruddin
22. Maulana Mansur (8.a,b,c)/ Tumenggung Tuban (8.a,b)/ Bupati Tuban ke-7 Hariyo Tejo (1,2,3,4,5,6) / Syekh Subakir alias Muhammad Al-Baqir (8c)
23. Ahmad Sahuri alias Raden Sahur alias Tumenggung Wilatikta (Bupati Tuban ke-8)
24. SUNAN KALIJAGA alias Raden Said alias Lokajaya alias Syekh Malaya alias Pangeran Tuban alias Muhammad Abdussyahid (Generasi ke-24 dari Rasul, Turunan Rasul ke-23)
SILSILAH TAUTAN SUNAN KALIJAGA KE SAYYIDINA ABBAS PAMAN NABI MUHAMMAD
(disertai sumber untuk memperlengkap versi penulisan silsilah jalur ini yang seringkali kurang lengkap)
1. Sayyidina ABBAS r.a bin Abdul Muthalib [Paman dari Nabi Muhammad SAW.
Menurut sumber, Sayyidina Abbas mempunyai 5 orang keturunan, diantaranya ialah :
a. Abdullah bin Abbas, yang kerap disebut pula Ibnu Abbas. Dia pernah menjadi gubernur di Basrah pada kurun kekuasaan Khalifah Ali bin Abi Thalib. Dia meninggal dan dikuburkan di Thaif, Arab Saudi.
b. Ubaidillah bin Abbas, pernah menjadi gubernur di Yaman pada abad kekuasaan Khalifah Ali bin Abi Thalib dan dikuburkan di Madinah.
c. Fahdl bin Abbas, dikuburkan di Syam.
d. Qutsam bin Abbas, pernah menjadi gubernur di Bahrain pada periode Ali bin Abi Thalib dan dikuburkan di Samarkand
e. Ma’bad bin Abbas, pernah menjadi gubernur di Mekkah pada era kekuasaan Khalifah Ali bin Abi Thalib dan dikuburkan di Afrika
Silsilah Sunan Kalijaga yang bersambung ke Abbas menyebutkan melalui nama Abdullah, ada yang menuliskan dengan suplemen “Al-Baghdadi” yang bermaksud leluhur ia pernah di negeri Irak, secara fakta Abdullah bin Abbas ialah satu2nya Putra Abbas yang pernah menjabat sebagai Gubernur di Irak, namun lebih tepatnya di Basrah-Irak. Istilah Al-Baghdadi pada silsilah leluhur Sunan Kalijaga mengindikasikan leluhur dia yaitu keturunan dari Sayyidina Abbas yang dari jalur kawasan Irak. Ada yang menerka leluhur Sunan Kalijaga yaitu dari Dinasti Abbasiyah Baghdad, namun penelitian penulis dari nama-nama leluhur yang tercantum tidak mengindikasikan kepada para Sultan Dinasti Abbasiyyah Baghdad yang penulis juga pegang datanya.
Datata leluhur Sunan Kalijaga versi ke Sayyidina Abbas yang ada, hanya mengindikasikan leluhur dia dari kawasan Irak, tidak ada yang mengindikasikan sebagai keturunan para atau beberapa
Sultan Dinasti Abbasiyyah. Lantas kalau kemudian kita temukan nama leluhur Sunan Kalijaga yang tidak lazim secara bahasa Arab, itu mengindikasikan leluhur ia ada yang pindah & berbaur ke tempat Persia yang tidak begitu jauh dari Irak, bahkan pada abad tertentu Irak ialah bagian dari Persia. (Contoh nama Kharmia / Kharmis dll adalah nama dari kawasan Persia).
(Istilah Al-Akbar, Azhar, & Wahid sama2 mempunyai makna yang merujuk sebagai yang paling besar, lantaran beliau mempunyai adik yang lebih kecil juga berjulukan sama yakni Abdullah dengan gelar Abdullah Al-Ashgar yang pergi ke kawasan Syam.
5. Wakhis / Syekh Waqid Arumni
6. Mudzakir / Syekh Mudzakir Arumni
7. Abdullah
8. Kharmia / Kharmis
9. Mubarak
10. Abdullah
11. Ma’ruf / Madhra’uf
12. Arifin
13. Hasanuddin
14. Jamal
15. Ahmad
16. Abdullah
17. Abbas
18. Kouramas / Khurames / Syekh Kharamis
19. Syekh Abdullah
20. Syekh Abdurrahman / Abdur Rakhim / Kyai Lanang Baya / Arya Wiraraja (Rakryan Mantri Arya Wiraraja Makapramuka) / Banyak Wide
[Suami dari Nyai Lanang Baya dengan jalur lihat Silsilah I Point 7]
21. Bupati Tuban ke-2 Haryo Ronggo Lawe / Rangga Teja Laku / Syeikh Jali Al-Khalwati / Syekh Khawaji
[Sumber 4&6 tidak membahas silsilah dia ke atas, sebagaimana ditulis diatas, namun hampir semua sumber silsilah Kalijaga yang terkait, baik ke data leluhur local maupun ke leluhur zuriyyat bani Abbas mempunyai titik temu pada nama terakhir diatas. Sumber 5&6 menyebut dia sebagai cucu dari garis ibu dia ke penguasa lokal Tuban sebelumnya yakni Raden Dandang Wacana / Kyai Gede Papringan. Semua sumber lain yang terkait, masyhur mengenal beliau sebagai keturunan arab melalui Sayyidina Abbas yang bekerja di bawah pemerintahan Majapahit dengan silsilah secara garis besar sebagaimana tersebut di atas]
[Pada abad ini Tuban memang berada di bawah kekuasaan Majapahit]
22. Bupati Tuban ke-3 Haryo Siro Lawe
23. Bupati Tuban ke-4 Haryo Siro Wenang
24. Bupati Tuban ke-5 Haryo Lana /Arya Teja I
25. Bupati Tuban ke-6 Haryo Dikoro / Arya Teja II BERPUTRI
[Putri dia sebagai istri dari penguasa Tuban selanjutnya yang dari Arab secara objektif mampu kita temukan pada sumber no.6 pada Babad Tuban yang menjelaskan perihal sejarah para Bupati Tuban]
26. Raden Ayu Haryo Tejo [Istri dari Bupati Tuban ke-7 Haryo Tejo Kusumo / Arya Teja III
[Pada kurun ini & masa putra beliau ialah kurun transisi kepenguasaan akan Tuban dari Kerajaan Majapahit ke Kerajaan Demak]
27. Bupati Tuban ke-8 Tumenggung Wilatikta
28. SUNAN KALIJAGA / Raden Said / Jaka Said / Syekh Malaya / Lokajaya / Raden Abdurraman / Pangeran Tuban / Muhammad Abdussyahid
Sebagai perbandingan Sunan Kalijaga disini sebagai turunan sepupu nabi Abdullah bin Abbas ke 26 generasi ke 27 sedangkan dari Nabi Muhammad turunan ke 23 generasi ke 24.. Hal ini masih masuk budi secara lantaran diantara sesame turunan nabi lazim ditemukan sejamannya generasi ke 38 dgn yg ke 42.
Alasan-alasan Silsilah ke atas Sunan Kalijaga ke Rasul di kalangan keluarga besar keturunannya kurang dikenal adalah lantaran :
1. dikarenakan kerabat keluarga besar dia amat jarang mengedepankan nasab, demi dakwah membaur & merakyat, sehingga sebagian besar keturunan kehilangan data silsilah ke atas dia yang bersambung ke Nabi Muhammad, apalagi Sunan Kalijaga merupakan anggota Walisongo yang paling membaur dengan rakyat kebanyakan, termasuk dalam budayanya.
2. Selain itu kerabat keluarga besar ia di kawasan asal ia Tuban, para penguasa Tuban selepas ayahnya yaitu dzuriyyat keturunan Haryo Dikoro yang bukan merupakan itrah keturunan Nabi Muhammad. Sehingga jalur silsilah leluhur para pemimpin Tuban ke Abbas atau ke leluhur lokal Jawa mereka lebih dikenal, lantas silsilah nasab keturunan Sunan Kalijaga terbaur dengan silsilah nasab keluarga besar mereka di Tuban, dikarenakan pula pembauran dengan budaya Jawa yang menyambungkan keturunan baik dari garis laki & wanita sehingga datanya terbaur
3. Kemungkinan lain akhir imbas penjajah pula sehingga silsilah Sunan Kalijaga ke Rasul amat jarang dikenal oleh keluarga keturunannya kecuali oleh sedikit yang terpercaya kredibilitasnya dalam kepedulian akan pelestarian data nasab keluarga ini serta telah banyak berkorban, sehingga Habaib hebat nasab yang meneliti & mempelajari secara hati-hati Silsilah Walisongo ke Rasul turut pula yakin menyertakan Sunan Kalijaga & putra dia Sunan Muria sebagai Sayyid keturunan Nabi Muhammad, kepingan dari Keluarga Besar garis laki Azmatkhan Ba’alawy Al-Husaini.
4. Ada yang meyakini Sunan Kalijaga bukan keturunan pribadi Nabi akhir dongeng subjektif kawasan tertentu yang mengisahkan Sunan Kalijaga tidak dapat bertahan sebagai Wali Qutub sebagaimana gurunya akhir bukan keturunan eksklusif Nabi. Menurut pendapat penulis setiap kisah tentang posisi maqam spiritual anggota walisongo tertentu yang lebih tinggi dari yang lain lantas berbeda-beda di tiap tempat & tiap keturunannya, merupakan hal yang erat dengan peranan efek penjajah dalam memecah belah dzuriyyat keluarga besar keturunan Walisongo. Al-Quran saja di ayat terakhir ke-2 Surat Al-Baqarah melarang kita untuk membeda-bedakan nabi-Nya, begitu pula seharusnya terhadap Wali-Nya.
PARA BUPATI TUBAN SELEPAS WILATIKTA YANG MERUPAKAN DZURIYYAT AHLUL BAYT ITRAH SAYYIDINA ABBAS RA
(Pergantian kepemimpinan selain antara ayah ke anak juga antara mertua ke menantu, abang ke adik serta paman ke keponakan)
* Bupati Tuban ke-9 Kyai Ageng Ngraseh BIN Bupati Tuban ke-6 Haryo Dikoro (Adik Ipar Bupati Tuban ke-7, Paman jalur ibu sekaligus menantu dari Bupati Tuban sebelumnya / Bupati ke-8 Tumenggung Wilatika)
* Bupati Tuban ke-10 Kyai Ageng Gegilang BIN Bupati Tuban ke-9
* Bupati Tuban ke-11 Kyai Ageng Batabang BIN Bupati Tuban ke-10
* Bupati Tuban ke-12 Raden Hariyo Balewot BIN Bupati Tuban ke-11; mempunyai 2 orang putra ialah Pangeran Sekartanjung (Bupati Tuban ke-13) dan Pangeran Ngangsar (Bupati Tuban ke-14)
* Bupati Tuban ke-13 Pangeran Sekartanjung BIN Bupati Tuban ke-12 [mempunyai putra 2 orang yaitu Pangeran Hariyo Permalat (Bupati Tuban ke-15) dan Hariyo Salampe (Bupati Tuban ke-16)
* Bupati Tuban ke-14 Pangeran Ngangsar BIN Bupati Tuban ke-12 (adik dari Bupati sebelumnya)
* Bupati Tuban ke-15 Pangeran Hariyo Permalat BIN Bupati Tuban ke-13 (keponakan dari Bupati sebelumnya); menikahi putri Sultan Pajang Jaka Tingkir berputra Pangeran Dalem (Bupati Tuban ke-17)
[Pada kala ini Tuban berada di bawah kekuasaan kerajaan Pajang, karena Kerajaan Pajang tidak bertahan usang, lantas penguasaan akan tempat Jawa secara umum dan Tuban secara khusus, digantikan oleh Kerajaan Mataram]
* Bupati Tuban ke-16 Hariyo Salampe BIN Bupati Tuban ke-13 (adik dari Bupati sebelumnya)
* Bupati Tuban ke-17 Pangeran Dalem BIN Bupati Tuban ke-15 (keponakan dari Bupati sebelumnya)
[Pada periode ini Tuban melakukan perlawanan untuk melepaskan diri dari kekuasaan Mataram]
Tahun 1619 Pangeran Dalem kalah dalam perlawanan beliau melawan Pasukan Mataram di bawah pimpinan Pangeran Pojok (lantas menjadi Bupati Tuban ke-18) dari Mataram pada abad kekuasaan Sultan Agung Mataram. Pangeran Dalem lantas melarikan diri ke Pulau Bawean. Tetapi di Pulau Bawean beliau tidak lama tinggal, kemudian pergi ke Desa Rajekwesi (Bojonegoro sekarang). Pada waktu itu Rajekwesi masih merupakan hutan dan di bawah pemerintahan Jipang Panolan. Setelah menetap 5 tahun usangnya di Rajekwesi, Pangeran Dalem mangkat dan dimakamkan di Desa Kadipaten terletak di sebelah timur Kota Bojonegoro. Hingga kini makam tersebut masih ada, terkenal dengan nama makam Buyut Dalem. (Dengan sebutan “buyut” besar kemungkinan beliau meninggalkan keturunan yang masytur)
Selepas Bupati Tuban ke-17, Tuban tidak lagi dipimpin oleh Trah keturunan dari leluhur pemuka Tuban di atas, namun oleh para pemimpin yang ditunjuk Penguasa yang mempunyai otoritas akan Tuban. Seandainya pun memiliki kekerabatan dengan keluarga ini setidaknya kekerabatan tersebut belum dikenal.
MENGENAI LEMBU SURO – [HUBUNGAN KEKERABATAN ANTARA PEMIMPIN TUBAN – RAJA SURABAYA – RAJA MAJAPAHIT & KELUARGA SUNAN AMPEL]
Terdapat versi yang menyebutkan diantara leluhur Sunan Kalijaga ke para pemimpin Tuban diantaranya terdapat yang menjadi Pemimpin Surabaya di abad kemudian, ialah Lembu Suro (ada yang menyebut beliau sebagai Gubernur ada yang menyebut beliau sebagai RAJA), Hal ini merupakan pembauran data. Berdasarkan Data dari (5)poster silsilah Rabitah Azmatkhan yang disusun dari banyak sekali sumber, ternyata Lembu Suro adalah Ayah mertua dari Haryo Tejo (kakek Sunan Kalijaga) dari istri lain beliau.
Jadi Haryo Tejo tercatat memiliki 2 istri yakni :
1. Putri Bupati Tuban (binti Haryo Dikoro)
2. Putri Raja Surabaya (binti Haryo Lembu Suro).
Kedua istri dia tersebut ternyata diketahui sama-sama berjalur keturunan dari Ronggo Lawe alias Teja Laku alias Syeikh Jali Khalwati keturunan Sayyidina Abbas. Namun karena berbeda ibu, Tumenggung Wilatikta & putra ia Sunan Kalijaga sebenarnya tidak memiliki korelasi darah dengan Lembu Suro, namun diakibatkan Lembu Suro dikenal di beberapa masyarakat umum sebagai ayah dari Haryo Tejo, (padahal ayah mertua dr istri lain ia) sehingga nama beliau di sebagian versi terbaur dalam data silsilah Sunan Kalijaga.
Putri dari Lembu Suro hasil dari ijab kabulnya dengan Putri dari Prabu Brawijaya III Majapahit ; dinikahi oleh Haryo Tejo Bupati Tuban ke-7 lantas menghasilkan seorang Putri (saudari lain ibu dari wilatikta) berjulukan Dewi Condrowati yang lantas dinikahi Sunan Ampel dan menghasilkan beberapa keturunan antara lain Sunan Bonang, Sunan Drajat dll. Dari sini menjadi terperinci beberapa keturunan Sunan Ampel (beliau juga punya beberapa istri lainnya) mempunyai tautan darah dari garis perempuan ke Sayyidina Abbas pula, namun bukan melalui para Bupati Tuban di atas Haryo Tejo seakan-akan yang diduga sebelumnya namun melalui jalur Lembu Suro Raja Surabaya yang juga keturunan Sayyidina Abbas
Ketika mempelajari data yang obyektif dalam sejarah para Bupati Tuban, dalam Babad Tuban. Penulis menemukan titik temu antara data silsilah Sunan Kalijaga dari berbagai versi. Penulis menyebutnya obyektif lantaran data tersebut sebenarnya bukanlah data subyektif silsilah Sunan Kalijaga yang versinya amat tergantung dengan doktrin masing-masing penjaganya, bahkan data tersebut hanya menyebutkan ihwal nama para bupatinya saja tanpa menyebut nama Sunan Kalijaga yang bukan merupakan bupati Tuban. Namun demikian lantaran sudah teramat masyhur di semua versi sebetulnya Sunan Kalijaga yaitu putra kandung bupati Tuban yang bernama Wilatikta, sehingga data sejarah tersebut dapat disusun sebagai silsilah genealogis yang akan kita didapati sebagai berikut :
1. Prabu Banjaransari
2. Raden Arya Metahun
3. Bupati Lumajang Tengah Raden Arya Randu Kuning./ Kyai Ageng / Kyai Gede Lebe Lontong
4. Bupati Gumenggeng Raden Arya Bangah; Bekas kabupaten tersebut kini menjadi Desa Banjaragung (Kecamatan Rengel)
5. Bupati Lumajang Raden Arya Dandang Miring
6. Bupati Tuban ke-1 Raden Dandang Wacana / Kyai Gede Papringan, BERPUTRI
7. Nyai Ageng Lanang Jaya / Nyai Lanang Baya [Istri Kyai Lanang Baya lihat Jalur Silsilah III, point 20]
8. Bupati Tuban ke-2 Haryo Ronggo Lawe / Rangga Teja Laku / Syeikh Jali Al-Khalwati / Syekh Khawaji [Dimasa ini Tuban di bawah kekuasaan Majapahit]
9. Bupati Tuban ke-3 Haryo Siro Lawe
10. Bupati Tuban ke-4 Haryo Siro Wenang
11. Bupati Tuban ke-5 Haryo Lana / Arya Teja I
12. Bupati Tuban ke-6 Haryo Dikoro / Arya Teja II BERPUTRI
13. Raden Ayu Hariyo Tejo berputra (Istri dari Bupati Tuban ke-7 Hariyo Tejo / Maulana Mansur, Lihat jalur Silsilah II point)
[Di kurun ini & kurun putra beliau ialah era transisi kepenguasaan akan Tuban dari Majapahit ke Demak]
14. Bupati Tuban ke-8 Raden Hariyo Wilatikta / Raden Ahmad Sahuri berputra
15. SUNAN KALIJAGA
Ternyata dari data tersebut di atas point 7 & 13 adalah nenek moyang dari garis wanita Sunan Kalijaga yang datanya akhir kesubyektifitas dan atau distorsi gosip & komunikasi terbaur antara leluhur dari garis laki & perempuan dalam versi lain. Hal ini kerap terlewatkan, lantas begitu saja menghubungkan Silsilah Sunan Kalijaga ke leluhur ia sebagai garis laki padahal ada yang berasal dari tautan wanita dan sebaliknya. Sehingga data ini menjadi tumpuan penting dalam mencari titik temu tiap-tiap versi yang penulis yakini masing2 mempunyai latar belakang kebenaran & latar belakang historis akan penjagaannya.
Bila kita perhatikan data di atas pada point 12-13 dari sumber Babad Tuban, disebutkan bahwa Hariyo Tejo menjadi pemimpin Tuban dikarenakan menikahi putri pemimpin Tuban sebelumnya. Babad Tuban, menyebutkan pula bahwa Arya Teja bukanlah seorang pribumi jawa. Ia berasal dari kalangan masyarakat Arab dan merupakan seorang ulama sedangkan muasal dia disebut sebagai saudara / masih memiliki kekerabatan dengan Sunan Ampel, sehingga data ini amat pas dan menjadi titik temu dengan versi silsilah Sunan Kalijaga sebagai sayyid keluarga Azmatkhan yang bisa dilihat di Jalur Silsilah II.
Lantas jika kita perhatikan data di atas point 6,7, 8 maka akan kita dapati titik temu dengan versi Silsilah Sunan Kalijaga yang bersambung ke Sayyidina Abbas sebagaimana dapat dilihat di Jalur Silsilah III khususnya point 20 & 21. Karena nama terkait di aneka macam sumber, masyhur bersambung secara nasab garis laki ke Sayyidina ABBAS.
Sehingga mampu disimpulkan banyak sekali versi muasal genealogis Sunan Kalijaga baik yang dari versi keturunan local pribumi Jawa, keturunan Nabi Muhammad & keturunan Sayyidina Abbas ternyata sama2 memiliki latar belakang kebenarannya dan titik temunya masing-masing yang selama ini terbaur lantas tidak difahami tautan jalurnya. Hal ini diakibatkan kebudayaan & kebiasaan nusantara yang menisbatkan leluhur baik dari garis laki maupun wanita lantas terbaur. Ketika ini terfahami & diletakkan pada tempatnya masing-masing, penulis malah menghargai kebiasaan penisbatan tersebut sehingga bisa mengenali leluhur dari suatu tokoh bersejarah secara objektif mana yang dari garis lakinya maupun yang dari garis wanitanya.
SILSILAH NASAB SUNAN KALIJAGA AZMATKHAN KE NABI MUHAMMAD
Data Pendukung bergotong-royong Sunan Kalijaga sayyid keturunan Nabi ialah dari keselarasan dgn cerita Babad Tuban sebagaimana disebut di atas. Kitab Syajaroh & Tarikh Al Azamat Khan dikutip dalam “Sejarah & Silsilah dari Nabi Muhammad SAW ke Walisongo oleh Drs. Aburumi Zainal Lc. – Habib Zainal Abidin Assegaf menuliskan secara jelas nasab ia sebagaimana di bawah ini, begitu pula Kitab Syamsud Dhahirah, Karya Al-Habib Abdurrahman bin Muhammad bin Husain Al-Masyhur sebagai data Rabithah Alawiyyah dan Kitab Nasab Wali Songo, juga Karya Al-Habib Bahruddin Azmatkhan Ba’alawi Al-Husaini.
Silsilah ini juga sesuai dengan keterangan Profesor Husaini Jayadiningrat didalam bukunya yang menceritakan bahwa dalam tradisi Cirebon terdapat Silsilah Sunan Kalijogo yang diurutkan hingga hingga kepada Rasulullah SAW, begitu pula keterangan Van Den Berg dan Hj de Graff, sesuai dengan cerita Tome Pires.
Sunan Kalijaga juga menikahi 4 Syarifah putri para anggota Walisongo sehingga secara fiqih mengenai ijab kabul kafaah nasab pd syarifah, makin menguatkan fakta bantu-membantu Sunan Kalijaga adalah Sayyid turunan Nabi Muhammad* [* secara faktual nasab dr garis laki keturunan Ali bin Abi Thalib, namun secara syar’i keturunan Nabi Muhammad meski melalui garis perempuan / putri dia Fathimah, berdasarkan dalil hadist “SEMUA anak Adam bernasab kepada orang bau tanah lelaki (ayah mereka), KECUALI putra-putra Fatimah. Akulah ayah mereka dan akulah yang menurunkan mereka”]
1. Nabi Muhammad Rasulullah SAW berputri
2. Sayyidah Fathimah Az-Zahra (menikah dengan Sayyidina Ali bin Abi Thalib) berputra turun temurun :
3. Al-Husain
4. Ali Zainal Abidin
5. Muhammad Al-Baqi
6. Ja’far Shadiq
7. Ali Al-Uraidhi
8. Muhammad
9. Isa
10. Ahmad Al-Muhajir
11. Ubaidillah
12. Alwi
13. Muhammad
14. Alwi
15. Ali Khali’ Qasam
16. Muhammad Shahib Marbath
17. Alwi Ammil Faqih
18. Abdul Malik Azmatkhan
19. Abdullah
20. Ahmad Jalaluddin
21. Ali Nuruddin
22. Maulana Mansur (8.a,b,c)/ Tumenggung Tuban (8.a,b)/ Bupati Tuban ke-7 Hariyo Tejo (1,2,3,4,5,6) / Syekh Subakir alias Muhammad Al-Baqir (8c)
23. Ahmad Sahuri alias Raden Sahur alias Tumenggung Wilatikta (Bupati Tuban ke-8)
24. SUNAN KALIJAGA alias Raden Said alias Lokajaya alias Syekh Malaya alias Pangeran Tuban alias Muhammad Abdussyahid (Generasi ke-24 dari Rasul, Turunan Rasul ke-23)
SILSILAH TAUTAN SUNAN KALIJAGA KE SAYYIDINA ABBAS PAMAN NABI MUHAMMAD
(disertai sumber untuk memperlengkap versi penulisan silsilah jalur ini yang seringkali kurang lengkap)
1. Sayyidina ABBAS r.a bin Abdul Muthalib [Paman dari Nabi Muhammad SAW.
Menurut sumber, Sayyidina Abbas mempunyai 5 orang keturunan, diantaranya ialah :
a. Abdullah bin Abbas, yang kerap disebut pula Ibnu Abbas. Dia pernah menjadi gubernur di Basrah pada kurun kekuasaan Khalifah Ali bin Abi Thalib. Dia meninggal dan dikuburkan di Thaif, Arab Saudi.
b. Ubaidillah bin Abbas, pernah menjadi gubernur di Yaman pada abad kekuasaan Khalifah Ali bin Abi Thalib dan dikuburkan di Madinah.
c. Fahdl bin Abbas, dikuburkan di Syam.
d. Qutsam bin Abbas, pernah menjadi gubernur di Bahrain pada periode Ali bin Abi Thalib dan dikuburkan di Samarkand
e. Ma’bad bin Abbas, pernah menjadi gubernur di Mekkah pada era kekuasaan Khalifah Ali bin Abi Thalib dan dikuburkan di Afrika
Silsilah Sunan Kalijaga yang bersambung ke Abbas menyebutkan melalui nama Abdullah, ada yang menuliskan dengan suplemen “Al-Baghdadi” yang bermaksud leluhur ia pernah di negeri Irak, secara fakta Abdullah bin Abbas ialah satu2nya Putra Abbas yang pernah menjabat sebagai Gubernur di Irak, namun lebih tepatnya di Basrah-Irak. Istilah Al-Baghdadi pada silsilah leluhur Sunan Kalijaga mengindikasikan leluhur dia yaitu keturunan dari Sayyidina Abbas yang dari jalur kawasan Irak. Ada yang menerka leluhur Sunan Kalijaga yaitu dari Dinasti Abbasiyah Baghdad, namun penelitian penulis dari nama-nama leluhur yang tercantum tidak mengindikasikan kepada para Sultan Dinasti Abbasiyyah Baghdad yang penulis juga pegang datanya.
Datata leluhur Sunan Kalijaga versi ke Sayyidina Abbas yang ada, hanya mengindikasikan leluhur dia dari kawasan Irak, tidak ada yang mengindikasikan sebagai keturunan para atau beberapa
Sultan Dinasti Abbasiyyah. Lantas kalau kemudian kita temukan nama leluhur Sunan Kalijaga yang tidak lazim secara bahasa Arab, itu mengindikasikan leluhur ia ada yang pindah & berbaur ke tempat Persia yang tidak begitu jauh dari Irak, bahkan pada abad tertentu Irak ialah bagian dari Persia. (Contoh nama Kharmia / Kharmis dll adalah nama dari kawasan Persia).
(Istilah Al-Akbar, Azhar, & Wahid sama2 mempunyai makna yang merujuk sebagai yang paling besar, lantaran beliau mempunyai adik yang lebih kecil juga berjulukan sama yakni Abdullah dengan gelar Abdullah Al-Ashgar yang pergi ke kawasan Syam.
5. Wakhis / Syekh Waqid Arumni
6. Mudzakir / Syekh Mudzakir Arumni
7. Abdullah
8. Kharmia / Kharmis
9. Mubarak
10. Abdullah
11. Ma’ruf / Madhra’uf
12. Arifin
13. Hasanuddin
14. Jamal
15. Ahmad
16. Abdullah
17. Abbas
18. Kouramas / Khurames / Syekh Kharamis
19. Syekh Abdullah
20. Syekh Abdurrahman / Abdur Rakhim / Kyai Lanang Baya / Arya Wiraraja (Rakryan Mantri Arya Wiraraja Makapramuka) / Banyak Wide
[Suami dari Nyai Lanang Baya dengan jalur lihat Silsilah I Point 7]
21. Bupati Tuban ke-2 Haryo Ronggo Lawe / Rangga Teja Laku / Syeikh Jali Al-Khalwati / Syekh Khawaji
[Sumber 4&6 tidak membahas silsilah dia ke atas, sebagaimana ditulis diatas, namun hampir semua sumber silsilah Kalijaga yang terkait, baik ke data leluhur local maupun ke leluhur zuriyyat bani Abbas mempunyai titik temu pada nama terakhir diatas. Sumber 5&6 menyebut dia sebagai cucu dari garis ibu dia ke penguasa lokal Tuban sebelumnya yakni Raden Dandang Wacana / Kyai Gede Papringan. Semua sumber lain yang terkait, masyhur mengenal beliau sebagai keturunan arab melalui Sayyidina Abbas yang bekerja di bawah pemerintahan Majapahit dengan silsilah secara garis besar sebagaimana tersebut di atas]
[Pada abad ini Tuban memang berada di bawah kekuasaan Majapahit]
22. Bupati Tuban ke-3 Haryo Siro Lawe
23. Bupati Tuban ke-4 Haryo Siro Wenang
24. Bupati Tuban ke-5 Haryo Lana /Arya Teja I
25. Bupati Tuban ke-6 Haryo Dikoro / Arya Teja II BERPUTRI
[Putri dia sebagai istri dari penguasa Tuban selanjutnya yang dari Arab secara objektif mampu kita temukan pada sumber no.6 pada Babad Tuban yang menjelaskan perihal sejarah para Bupati Tuban]
26. Raden Ayu Haryo Tejo [Istri dari Bupati Tuban ke-7 Haryo Tejo Kusumo / Arya Teja III
[Pada kurun ini & masa putra beliau ialah kurun transisi kepenguasaan akan Tuban dari Kerajaan Majapahit ke Kerajaan Demak]
27. Bupati Tuban ke-8 Tumenggung Wilatikta
28. SUNAN KALIJAGA / Raden Said / Jaka Said / Syekh Malaya / Lokajaya / Raden Abdurraman / Pangeran Tuban / Muhammad Abdussyahid
Sebagai perbandingan Sunan Kalijaga disini sebagai turunan sepupu nabi Abdullah bin Abbas ke 26 generasi ke 27 sedangkan dari Nabi Muhammad turunan ke 23 generasi ke 24.. Hal ini masih masuk budi secara lantaran diantara sesame turunan nabi lazim ditemukan sejamannya generasi ke 38 dgn yg ke 42.
Alasan-alasan Silsilah ke atas Sunan Kalijaga ke Rasul di kalangan keluarga besar keturunannya kurang dikenal adalah lantaran :
1. dikarenakan kerabat keluarga besar dia amat jarang mengedepankan nasab, demi dakwah membaur & merakyat, sehingga sebagian besar keturunan kehilangan data silsilah ke atas dia yang bersambung ke Nabi Muhammad, apalagi Sunan Kalijaga merupakan anggota Walisongo yang paling membaur dengan rakyat kebanyakan, termasuk dalam budayanya.
2. Selain itu kerabat keluarga besar ia di kawasan asal ia Tuban, para penguasa Tuban selepas ayahnya yaitu dzuriyyat keturunan Haryo Dikoro yang bukan merupakan itrah keturunan Nabi Muhammad. Sehingga jalur silsilah leluhur para pemimpin Tuban ke Abbas atau ke leluhur lokal Jawa mereka lebih dikenal, lantas silsilah nasab keturunan Sunan Kalijaga terbaur dengan silsilah nasab keluarga besar mereka di Tuban, dikarenakan pula pembauran dengan budaya Jawa yang menyambungkan keturunan baik dari garis laki & wanita sehingga datanya terbaur
3. Kemungkinan lain akhir imbas penjajah pula sehingga silsilah Sunan Kalijaga ke Rasul amat jarang dikenal oleh keluarga keturunannya kecuali oleh sedikit yang terpercaya kredibilitasnya dalam kepedulian akan pelestarian data nasab keluarga ini serta telah banyak berkorban, sehingga Habaib hebat nasab yang meneliti & mempelajari secara hati-hati Silsilah Walisongo ke Rasul turut pula yakin menyertakan Sunan Kalijaga & putra dia Sunan Muria sebagai Sayyid keturunan Nabi Muhammad, kepingan dari Keluarga Besar garis laki Azmatkhan Ba’alawy Al-Husaini.
4. Ada yang meyakini Sunan Kalijaga bukan keturunan pribadi Nabi akhir dongeng subjektif kawasan tertentu yang mengisahkan Sunan Kalijaga tidak dapat bertahan sebagai Wali Qutub sebagaimana gurunya akhir bukan keturunan eksklusif Nabi. Menurut pendapat penulis setiap kisah tentang posisi maqam spiritual anggota walisongo tertentu yang lebih tinggi dari yang lain lantas berbeda-beda di tiap tempat & tiap keturunannya, merupakan hal yang erat dengan peranan efek penjajah dalam memecah belah dzuriyyat keluarga besar keturunan Walisongo. Al-Quran saja di ayat terakhir ke-2 Surat Al-Baqarah melarang kita untuk membeda-bedakan nabi-Nya, begitu pula seharusnya terhadap Wali-Nya.
PARA BUPATI TUBAN SELEPAS WILATIKTA YANG MERUPAKAN DZURIYYAT AHLUL BAYT ITRAH SAYYIDINA ABBAS RA
(Pergantian kepemimpinan selain antara ayah ke anak juga antara mertua ke menantu, abang ke adik serta paman ke keponakan)
* Bupati Tuban ke-9 Kyai Ageng Ngraseh BIN Bupati Tuban ke-6 Haryo Dikoro (Adik Ipar Bupati Tuban ke-7, Paman jalur ibu sekaligus menantu dari Bupati Tuban sebelumnya / Bupati ke-8 Tumenggung Wilatika)
* Bupati Tuban ke-10 Kyai Ageng Gegilang BIN Bupati Tuban ke-9
* Bupati Tuban ke-11 Kyai Ageng Batabang BIN Bupati Tuban ke-10
* Bupati Tuban ke-12 Raden Hariyo Balewot BIN Bupati Tuban ke-11; mempunyai 2 orang putra ialah Pangeran Sekartanjung (Bupati Tuban ke-13) dan Pangeran Ngangsar (Bupati Tuban ke-14)
* Bupati Tuban ke-13 Pangeran Sekartanjung BIN Bupati Tuban ke-12 [mempunyai putra 2 orang yaitu Pangeran Hariyo Permalat (Bupati Tuban ke-15) dan Hariyo Salampe (Bupati Tuban ke-16)
* Bupati Tuban ke-14 Pangeran Ngangsar BIN Bupati Tuban ke-12 (adik dari Bupati sebelumnya)
* Bupati Tuban ke-15 Pangeran Hariyo Permalat BIN Bupati Tuban ke-13 (keponakan dari Bupati sebelumnya); menikahi putri Sultan Pajang Jaka Tingkir berputra Pangeran Dalem (Bupati Tuban ke-17)
[Pada kala ini Tuban berada di bawah kekuasaan kerajaan Pajang, karena Kerajaan Pajang tidak bertahan usang, lantas penguasaan akan tempat Jawa secara umum dan Tuban secara khusus, digantikan oleh Kerajaan Mataram]
* Bupati Tuban ke-16 Hariyo Salampe BIN Bupati Tuban ke-13 (adik dari Bupati sebelumnya)
* Bupati Tuban ke-17 Pangeran Dalem BIN Bupati Tuban ke-15 (keponakan dari Bupati sebelumnya)
[Pada periode ini Tuban melakukan perlawanan untuk melepaskan diri dari kekuasaan Mataram]
Tahun 1619 Pangeran Dalem kalah dalam perlawanan beliau melawan Pasukan Mataram di bawah pimpinan Pangeran Pojok (lantas menjadi Bupati Tuban ke-18) dari Mataram pada abad kekuasaan Sultan Agung Mataram. Pangeran Dalem lantas melarikan diri ke Pulau Bawean. Tetapi di Pulau Bawean beliau tidak lama tinggal, kemudian pergi ke Desa Rajekwesi (Bojonegoro sekarang). Pada waktu itu Rajekwesi masih merupakan hutan dan di bawah pemerintahan Jipang Panolan. Setelah menetap 5 tahun usangnya di Rajekwesi, Pangeran Dalem mangkat dan dimakamkan di Desa Kadipaten terletak di sebelah timur Kota Bojonegoro. Hingga kini makam tersebut masih ada, terkenal dengan nama makam Buyut Dalem. (Dengan sebutan “buyut” besar kemungkinan beliau meninggalkan keturunan yang masytur)
Selepas Bupati Tuban ke-17, Tuban tidak lagi dipimpin oleh Trah keturunan dari leluhur pemuka Tuban di atas, namun oleh para pemimpin yang ditunjuk Penguasa yang mempunyai otoritas akan Tuban. Seandainya pun memiliki kekerabatan dengan keluarga ini setidaknya kekerabatan tersebut belum dikenal.
MENGENAI LEMBU SURO – [HUBUNGAN KEKERABATAN ANTARA PEMIMPIN TUBAN – RAJA SURABAYA – RAJA MAJAPAHIT & KELUARGA SUNAN AMPEL]
Terdapat versi yang menyebutkan diantara leluhur Sunan Kalijaga ke para pemimpin Tuban diantaranya terdapat yang menjadi Pemimpin Surabaya di abad kemudian, ialah Lembu Suro (ada yang menyebut beliau sebagai Gubernur ada yang menyebut beliau sebagai RAJA), Hal ini merupakan pembauran data. Berdasarkan Data dari (5)poster silsilah Rabitah Azmatkhan yang disusun dari banyak sekali sumber, ternyata Lembu Suro adalah Ayah mertua dari Haryo Tejo (kakek Sunan Kalijaga) dari istri lain beliau.
Jadi Haryo Tejo tercatat memiliki 2 istri yakni :
1. Putri Bupati Tuban (binti Haryo Dikoro)
2. Putri Raja Surabaya (binti Haryo Lembu Suro).
Kedua istri dia tersebut ternyata diketahui sama-sama berjalur keturunan dari Ronggo Lawe alias Teja Laku alias Syeikh Jali Khalwati keturunan Sayyidina Abbas. Namun karena berbeda ibu, Tumenggung Wilatikta & putra ia Sunan Kalijaga sebenarnya tidak memiliki korelasi darah dengan Lembu Suro, namun diakibatkan Lembu Suro dikenal di beberapa masyarakat umum sebagai ayah dari Haryo Tejo, (padahal ayah mertua dr istri lain ia) sehingga nama beliau di sebagian versi terbaur dalam data silsilah Sunan Kalijaga.
Putri dari Lembu Suro hasil dari ijab kabulnya dengan Putri dari Prabu Brawijaya III Majapahit ; dinikahi oleh Haryo Tejo Bupati Tuban ke-7 lantas menghasilkan seorang Putri (saudari lain ibu dari wilatikta) berjulukan Dewi Condrowati yang lantas dinikahi Sunan Ampel dan menghasilkan beberapa keturunan antara lain Sunan Bonang, Sunan Drajat dll. Dari sini menjadi terperinci beberapa keturunan Sunan Ampel (beliau juga punya beberapa istri lainnya) mempunyai tautan darah dari garis perempuan ke Sayyidina Abbas pula, namun bukan melalui para Bupati Tuban di atas Haryo Tejo seakan-akan yang diduga sebelumnya namun melalui jalur Lembu Suro Raja Surabaya yang juga keturunan Sayyidina Abbas

0 Response to "SILSILAH l SUNAN KALIJAGA KE NABI MUHAMMAD"
Post a Comment