Sejarah penciptaan Nabi Adam "Manusia pertama"
Sepanjang sejarah makhluk yang berjulukan manusia dimuka bumi dengan segala kisahnya,
ternyata masih banyak menjadi misteri.
Sosok Adam sebagai manusia pertama dimuka bumi, menyimpan 1001 kisah.
Kisah ini mencoba menguak secuil misteri ihwal penciptaan Nabi Adam, dan disajikan untuk anda sekalian.
ADAM dalam bahasa Ibrani = אָדָם , dalam bahasa arab = آدم berarti tanah, manusia, atau cokelat muda
hidup sekitar 5872-4942 SM
adalah dipercaya oleh agama-agama Samawi sebagai manusia pertama, bersama dengan istrinya yang bernama Hawa.
Menurut Agama Samawi pula, merekalah orang bau tanah dari semua manusia yang ada di dunia.
Rincian kisah mengenai Adam dan Hawa berbeda-beda antara agama Islam, Yahudi, Kristen, maupun agama lain yang berkembang dari ketiga agama Abrahamik ini.
BAHWA BANGSA ATLANTIS ATAU PUN DINASTI RAMA BUKANLAH DARI RAS MANUSIA KETURUNAN ADAM
DIALAH YG DI NAMAKAN 3 UMAT TERDAHULU SEBELUM NABI ADAM YAITU:
Banul Jan, Banul Ban, Ijajil
DARI GOLONGAN JIN YG TERAKHIR MALAH BERBADAN DAN BERDARAH
DARI GOLONGAN 3 UMAT TERDAHULU ITULAH BUMI INI PERNAH MENGALAMI 3X KIAMAT
mungkin dalam hati Kalian pernah terbesit pertanyaan Siapakah Makhluk Sebelum Adam?
Kalau berdasarkan doktrin Islam,
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; “Sesungguhnya Aku hendak mengakibatkan seorang khalifah di bumi”. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): “Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak mengakibatkan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami senantiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?”. Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kau tidak mengetahuinya”
Sebelum nabi adam turun ke bumi diceritakan bahwa yang menempati bumi ini ialah bangsa jin yang dikelompokan menjadi abal jan dan banul jan dan dari 2 kelompok tersebut bertempur terus tidak pernah erat, kemudian malaikat menanyakan kepada Allah apa akan membuat orang untuk mengakibatkan kholifah dibumi yang selalu yasfiquddima (pertumpahan darah), akhirnya Allah memerintah yang berjulukan ‘azajil yang memimpin para malaikat jibril mikail izroil dan malaikat yang lainnya, untuk menaklukan abal jan dan janul jan dibumi ini, kemudian setelah ditaklukan akibatnya Allah membuat nabi Adam, diantara ‘azajil, malaikat dan adam diberikan ilmu oleh Allah lantaran tujuannya untuk menyebabkan kholifah dibumi, setelah diuji ternyata yang lulus dari ujian tersebut yaitu nabi Adam akibatnya semuanya diperintah Allah untuk sujud penghormatan kepada Adam “fasajaduu illa Iblis”,
akhirnya semuanya sujud kecuali ‘azajil (bangsa Iblis) mereka sombong dan membangkang “aba wastakbaro”.
manusia tidak diciptakan dibumi, tapi manusia dijadikan khalifah di bumi, sebagai pengganti tentunya ada yang di ganti, alias Adam bukan makhluk pertama dibumi, dan Allah tidak menyampaikan untuk mengganti insan sebelumnya, tapi pengganti makhluk di bumi, yaitu abal jan dan banul jan, mereka itu adalah penghuni bumi sebelum manusia.
Bentuk basyariahnya tak jauh berbeda dengan insan, maka anda mampu buktikan bahwa makhluk selain manusia, punya badan yang sama seakan-akan manusia, yaitu banul jan, anak turun Jin, juga banul ban anak turun dedemit, maka ketika bumi rusak oleh mereka, mereka diusir bahkan dibasmi oleh malaikat, hingga mereka berlari terbirit-birit dan mencari tempat yang jauh dari anak Adam.
Spoiler forKalau dari segi Archeology:
Berdasarkan fosil-fosil yang ditemukan, memang ada makhluk lain sebelum insan. Mereka seperti insan, tetapi mempunyai karakteristik yang lebih primitif. Otak mereka lebih kecil. Oleh karena itu, kemampuan mereka berbicara sangat terbatas karena tidak banyak bunyi vowel yang sanggup mereka bunyikan. Kelompok ini dinamakan Neanderthal.
Kemudian tibalah manusia Adam yang diklasifikasikan sebagai Homo Sapiens. Menurut Wikipedia, Homosapiens mulai ada sekitar 200 ribu tahun kemudian. Sedangkan Neonderthal ada sehingga 130 ribu tahun dulu, kemudian ia lenyap. Ada juga teori yang menyampaikan Neonderthal lenyap sebelum Homosapiens muncul. Tapi yang pasti, Homosapiens bukanlah evolusi dari Neanderthal. Neanderthal hanyalah makhluk seakan manusia yang telah ada sebelum kita (manusia Homo sapiens) ada.
Mungkin tidak ada fakta konkrit dalam membicarakan informasi ini. Kebanyakan teori berdasarkan sumber fosil. Namun yang paling penting mungkin sebagai bagi yang Muslim kita percaya ada makhluk sebelum Adam yang saling membunuh. Ada yang menyampaikan mereka adalah dari kaum jin. Ada juga yang menyampaikan bahwa ada 3 umat yang utama sebelum Adam. Dua diantaranya dari kaum jin. Sedangkan kaum yang ketiga ialah dari golongan yang berbeda dari Jin, karena mereka ini berdarah dan berdaging. Golongan ketiga ini ialah mereka yang dimaksudkan sebagai “man yufsidu feehaa wa yasfiku al-dimaa’: golongan yang membuat kerusakan dan menumpahkan darah” seperti yang diulas oleh Malaikat di dalam ayat al-Quran 2: 30. Ini pendapat yang dilontarkan oleh Al-Maqdisi.
Sesungguhnya manusia yang pertama kali di jadikan oleh Alahh SWT ialah ” ADAM AS “. Beliau di jadikan dari tanah yang di bentuk insan, lalu di tiupkan roh kepadanya lantas jadilah berupa insan ( berupa darah , daging , ruh )berupa Nabi Adam As.
Sebelum Allah SWT mewujudkan Nabi Adam As ( insan pertama ) Allah SWT sudah menyebabkan dua mahkluk yang cendekia , berupa :
1. Mahkluk yang berupa malaikat
2. Mahkluk yang berupa Banul-Jan/Iblis
Adapun asal mula peristiwa kedua mahkluk tersebut adalah :
Malaikat : di jadikan dari Nur ( cahaya ) yang suci yang berupa ruh dan akal tidak ada syahwatnya. Kerena itu malaikta tidak makan , minum dan juga tidak beristri ( lain dengan insan ), hidup malaikta semata-mata hanya melaksanakan perintah Allah SWT, laiya tidak di laksanakan.
Banul-Jan : Dijadikan dari api. Berbentuk sebagai manusia membutuhkan makan , minum dan beristri dan juga mempunyai keturunan yang banyak sekali.
Adam hidup selama 930 tahun setelah penciptaan (sekitar 3760-2830 SM), sedangkan Hawa lahir ketika Adam berusia 130 tahun.
Al-Quran memuat kisah Adam dalam beberapa surat, di antaranya Al-Baqarah [2]:30-38 dan Al-A’raaf [7]:11-25.
Menurut pedoman agama Abrahamik, anak-anak Adam dan Hawa dilahirkan secara kembar, yaitu, setiap bayi lelaki dilahirkan bersamaan dengan seorang bayi wanita.
Adam menikahkan anak lelakinya dengan anak gadisnya yang tidak sekembar dengannya.
Menurut Ibnu Humayd, Ibnu Ishaq, dan Salamahanak-anak Adam ialah:
Qabil dan Iqlima,
Habil dan Labuda,
Sith dan Azura,
Ashut dan saudara wanitanya,
Ayad dan saudara wanitanya,
Balagh dan saudara perempuannya,
Athati dan saudara wanitanya,
Tawbah dan saudara perempuannya,
Darabi dan saudara perempuannya,
Hadaz dan saudara perempuannya,
Yahus dan saudara perempuannya,
Sandal dan saudara wanitanya,
dan Baraq dan saudara perempuannya.
Total keseluruhan anak Adam sejumlah 40.
Menurut Hadits Muhammad yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Adam memiliki postur badan dengan ketinggian 60 hasta (kurang lebih 27,432 meter).
Hadits mengenai ini pula ditemukan dalam riwayat Imam Muslim dan Imam Ahmad, namun dalam sanad yang berbeda.
Sosok Adam digambarkan sangat beradab sekali, memiliki ilmu yang tinggi dan ia bukan makhluk purba.
Ia berasal dari surga yang berperadaban maju.
Turun ke muka bumi mampu sebagai insan dari sebuah peradaban yang jauh lebih maju dan jauh lebih cerdas dari peradaban insan sampai kapanpun, oleh karena itulah Allah menunjuknya sebagai Khalifah (pemimpin) di muka bumi.
Dalam gambarannya ia ialah makhluk yang teramat cerdas, sangat dimuliakan oleh Allah, mempunyai kelebihan yang tepat dibandingkan makhluk yang lain sebelumnya dan diciptakan dalam bentuk yang terbaik.
Sesuai dengan Surah Al Israa' 70, yang berbunyi:
...dan sesungguhnya telah Kami muliakan bawah umur Adam, Kami angkat mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang tepat atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan (Al Israa' 17:70)
Dalam surah At-Tiin ayat 4 yang berbunyi:
sesungguhnya Kami telah membuat manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (At Tiin 95:4)
Menurut riwayat di dalam Al-Qur'an, ketika Nabi Adam as gres simpulan diciptakan oleh Allah, seluruh malaikat bersujud kepadanya atas perintah Allah, lantaran kemuliaan dan kecerdasannya itu, menyebabkannya makhluk yang punya derajat amat tinggi di tengah makhluk yang pernah ada.
Sama sekali berbeda jauh dari gambaran insan purba menurut Charles Darwin, yang digambarkan berjalan dengan empat kaki dan menjadi makhluk purba berpakaian seadanya.
Mengenai penciptaan Adam sebagai khalifah di muka bumi diungkapkan dalam Al-Qur'an:
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat;
“Sesungguhnya Aku hendak menimbulkan seorang khalifah di bumi”.
Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata):
“Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan mensucikan-Mu?”
Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kau tidak mengetahuinya.” (Al-Baqarah 30)
Menurut syariat Islam, Adam tidak diciptakan di Bumi, tetapi diturunkan dimuka bumi sebagai insan dan diangkat /ditunjuk Allah sebagai Khalifah (pemimpin/pengganti /penerus) di muka bumi atau sebagai makhluk pengganti yang tentunya ada makhluk lain yang di ganti, dengan kata lain ialah Adam 'bukanlah makhluk bakir pertama' yang memimpin di Bumi.
Dalam Al-Quran disebutkan tiga jenis makhluk berakal yang diciptakan Allah yaitu manusia, jin, dan malaikat.
Manusia dan Jin memiliki tujuan penciptaan yang sama oleh lantaran itu sama-sama memiliki akal yang dinamis dan nafsu namun hidup pada dimensi yang berbeda.
Sedangkan malaikat hanya memiliki kebijaksanaan yang statis dan tidak mempunyai nafsu karena tujuan penciptaanya sebagai pesuruh Allah.
Tidak tertutup kemungkinan bahwa ada makhluk cendekia lain selain ketiga makhluk ini.
Dari ayat Al-Baqarah 30, banyak mengundang pertanyaan, siapakah makhluk yang berbuat kerusakan yang dimaksud oleh malaikat pada ayat di atas.
Dalam Arkeologi, berdasarkan fosil yang ditemukan, memang ada makhluk lain sebelum manusia.
Mereka nyaris seakan-akan manusia, tetapi mempunyai karakteristik yang primitif dan tidak berbudaya.
Volume otak mereka lebih kecil dari insan, oleh lantaran itu, kemampuan mereka berbicara sangat terbatas lantaran tidak banyak bunyi vowel yang sanggup mereka bunyikan.
Sebagai teladan Phitecanthropus Erectusmemiliki volume otak sekitar 900 cc,
sementara Homo Sapiens mempunyai volume otak di atas 1000 cc (otak simpanse maksimal sebesar 600 cc).
Maka dari itu mampu diambil kesimpulan bahwa semenjak 20.000 tahun yang kemudian, telah ada sosok makhluk yang mempunyai kemampuan kebijaksanaan yang mendekati kemampuan berpikir manusia pada zaman sebelum kedatangan Adam.
Surah Al Hijr ayat 27 berisi:
Dan Kami telah membuat jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. (Al Hijr 15:27)
. Dari ayat ini, sebagian lain ulama berpendapat bahwa makhluk bakir yang dimaksud tidak lain ialah Jin seakan-akan dalam kitab tafsir Ibnu Katsir mengatakan:
"Yang dimaksud dengan makhluk sebelum Adam diciptakan ialah Jin yang suka berbuat kerusuhan."
Menurut salah seorang perawi hadits yang berjulukan Thawus al-Yamani, salah satu penghuni sekaligus penguasa/pemimpin di muka bumi ialah dari golongan jin.
Walaupun begitu pendapat ini masih diragukan karena insan dan jin hidup pada dimensi yang berbeda.
Sehingga tidak mungkin manusia menjadi pengganti bagi Jin.
Setelah Allah SWT membuat bumi, langit dan malaikat, Allah SWT berkehendak untuk menciptakan mahluk lain yang nantinya akan dipercaya menghuni, mengisi, serta memelihara bumi tempat tinggalnya.
Saat Allah SWT mengumumkan para malaikat akan kehendak-Nya untuk menciptakan manusia, mereka khawatir makhluk tersebut nantinya akan membangkang terhadap ketentuan-Nya dan melaksanakan kerusakan di muka bumi.
Berkatalah para malaikat kepada Allah SWT :
Mengapa engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" (Q.S.Al-Baqarah :30)
Allah SWT kemudian berfirman untuk menghilangkan monyetguan para malaikat-Nya :
Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (Q.S. Al-Baqarah :30)
Dalam Al Alquran, Allah SWT menjelaskan penciptaan suatu makhluk dengan dua cara, dengan seketika atau eksklusif dan dengan proses bertahap. Proses penciptaan pribadi misalnya yang berkaitan dengan mukjizat yaitu ular (dari tongkat nabi Musa as) dan unta betina nabi Shaleh as (yang keluar dari sebuah kerikil).
Penegasan penciptaan langsung ini disebutkan dalam Al Alquran surat Al Waqiah (56) ayat 35.
QS 56.35. “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan eksklusif”
Sedangkan proses penciptaan sedikit demi sedikit yaitu seperti penciptaan nabi Adam as.
Proses atau metode terciptanya nabi Adam as disebutkan dalam satu ayat dalam surat Nuh (71) ayat 17. Uniknya yaitu ayat dalam surat Nuh ini berada dalam urutan terakhir (urutan ke-19) dari seluruh ayat yang menyebutkan wacana penciptaan nabi Adam as yang tersebar dalam Al Alquran. Seolah-olah ayat ini merangkum seluruh proses penciptaan nabi Adam as yang disebutkan ayat-ayat sebelumnya.
QS 71.17. “Dan Allah menumbuhkan (anbata) kamu dari bumi (ardh) dengan sebaik-baiknya (nabaatan)”
Kata nabaatan diterjemahkan ‘dengan sebaik-baiknya’. Menurut saya kata tersebut yaitu akar kata nabati (tumbuhan) jadi seharusnya diterjemahkan ‘seperti tanaman’. Bagaimana cara tumbuhan tumbuh? Tentu dengan cara sedikit demi sedikit (perlahan/dengan proses). Begitu jugalah nabi Adam diciptakan. Kata anbata(menumbuhkan) dapat diartikan menghadirkan atau menciptakan dengan suatu proses yang sedikit demi sedikit.
Dalam Al Quran disebutkan bahwa insan yang dikala ini ada ialah keturunan dari Adam as.
Manusia disebutkan berasal dari saripati tanah, artinya insan berkembang dari saripati Adam as yang notabene diciptakan dari tanah.
Saripati tanah = saripati Adam as, artinya disini dari air mani nabi Adam as-lah seluruh manusia dimasa ini berasal.
Ayat-ayat Al Quran yang menjelaskan penciptaan nabi Adam as secara berurutan dari awal hingga akhir ialah sebagai berikut (berjumlah 14 ayat):
1. QS 3.59. Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allahmenciptakan Adam dari tanah (turaab), kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.
2. QS 6.2. Dialah Yang membuat kau dari tanah (thiyn), setelah itu ditentukannya akhir hidup……
3. QS 7.12. Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah (thiyn)".
4. QS 15.26. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakanmanusia (Adam) dari tanah liat kering (shalshal) darilumpur hitam (hamaain) yang diberi bentuk.
5. QS 15.28. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akanmenciptakan seorang insan dari tanah liat kering(shalshal) dari lumpur hitam (hamaain) yang diberi bentuk,
6. QS 15.33. Berkata Iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada insan yang Engkau telah membuatnya daritanah liat kering (shalshal) dari lumpur hitam (hamaain) yang diberi bentuk"
7. QS 17.61. …..mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: "Apakah saya akan sujud kepada orang yang Engkauciptakan dari tanah (thiyn)?"
8. QS 18.37. ……"Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yangmenciptakan kamu dari tanah (turaab), kemudian dari setetes air mani…..”
9. QS 20.55. …… Darinya (bumi/tanah(ardh)) itulah Kamimenciptakan kamu…..
10. QS 22.5. ….Kami telah membuat kau dari tanah(turaab), kemudian dari setetes mani…..
11. QS 23.12. ….Kami telah membuat insan dari suatu saripati (sulaatin) dari tanah (thiyn).
12. QS 30.20. …Dia menciptakan kamu dari tanah (turaab), kemudian tiba-tiba kamu …….
13. QS 32.7. …. Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan insan dari tanah (thiyn).
14. QS 35.11. Dan Allah menciptakan kamu dari tanah(turaab) kemudian dari air mani….
15. QS 37.11. …… Sesungguhnya Kami telah menciptakanmereka dari tanah liat (thiynillaazib).
16. QS 38.71. …. kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah (thiyn)"
17. QS 38.76. ….. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah (thiyn)".
18. QS 40.67. Dialah yang menciptakan kau dari tanah(turaab) kemudian dari setetes mani…
19. QS 53.32. ...Dia menjadikan kau dari tanah (ardh) dan ketika kamu masih janin …
20. QS 55.14. Dia membuat manusia dari tanah kering(shalshal) seakan-akan tembikar (fakhkhaar)
21. QS 71.17. “Dan Allah menumbuhkan (anbata) kau daribumi (ardh) dengan sebaik-baiknya”
Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa:
a. Penciptaan nabi Adam as dilakukan secara bertahap, seakan-akan tumbuhnya tumbuhan dari dalam bumi. Bertahap artinya berproses, tidak serta-merta “cling” ada dari ketiadaan.
b. Al Alquran sudah menyebutkan komposisi kimiawi tubuh insan dari zat-zat makro dan mikro antara lain :
1. Thiyn sebagai simbol hydrogen (H)
2. Turaab sebagai simbol oksigen (O)
3. Hamaa-in sebagai simbol nitroten (N)
4. Shalshal sebagai simbol karbon (C)
5. Ardh dan Thiynillaazib sebagai simbol mineral-mineral mikro
Menurut banyak sekali literature, unsur yang paling banyak dalam tubuh manusia adalah karbon, lantaran ketika insan maninggal unsur ini tetap bertahan. Namun bantu-membantu kalau diperhatikan berat tubuh insan hidup didominasi oleh air yang mengandung unsur hidrogen dan oksigen.
c. Semua proses perubahan ialah dengan kehendak Allah SWT, sehingga dari unsur-unsur yang mati dapat tercipta sebuah bentuk unsur yang hidup. Hal ini mampu terjadi karena adanya factor ‘kehendak Allah SWT’, artinya bila proses ini dilakukan di laboratorium selama umur bumi pun, kalau Allah SWT tidak menghendaki, tidak akan tercipta apapun, bahkan satu rantai molekul protein atau lemak yang sangat sederhana.
d. Manusia tidak akan dapat meniru kerja Allah SWT. Mengubah dari bentuk turaab menjadi kulit, tanah, daging, dan darah adalah proses yang ilmunya hanya dimiliki oleh Allah SWT.
Saat semua makhluk penghuni nirwana bersujud menyaksikan keagungan Allah SWT itu, hanya Iblis dari bangsa Jin yang membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah SWT karena merasa dirinya lebih mulia, lebih utama, dan lebih agung dari Adam.
Hal itu disebabkan lantaran Iblis merasa diciptakan dari unsur api, sedangkan Adam hanyalah dari tanah dan lumpur.
Kebanggaan akan asal-usul menjadikannya sombong dan merasa enggan untuk bersujud menghormati Adam seakan-akan para makhluk surga yang lain.
Disebabkan oleh kesombongannya itulah, maka Allah SWT menghukum Iblis dengan mengusirnya dari nirwana dan mengeluarkannya dari barisan para malaikat disertai kutukan dan laknat yang akan menempel pada dirinya hingga kiamat kelak.
Disamping itu, ia telah dijamin sebagai penghuni neraka yang abadi.
Iblis dengan sombong menerima sanksi itu dan ia hanya memohon kepada Allah SWT untuk diberi kehidupan yang awet hingga kiamat.
Allah SWT memperkenankan permohonannya itu.
Iblis mengancam akan menyesatkan Adam sehingga ia terusir dari nirwana.
Ia juga bersumpah akan membujuk anak cucunya dari segala arah untuk meninggalkan jalan yang lurus dan menempuh jalan yang sesat bersamanya.
Allah SWT kemudian berfirman bahwa setan tidak akan sanggup menyesatkan hamba-Nya yang beriman dengan sepenuh hati.
Allah SWT hendak menghilangkan pandangan miring dari para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran pesan tersirat-Nya yang menyatakan Adam sebagai penguasa bumi,
maka Allah SWT memerintahkan malaikat untuk menyebutkan nama-nama benda.
Para malaikat tidak sanggup menjawab firmanAllah SWT untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka dan mengakui ketidaksanggupan mereka dengan mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui sesuatupun kecuali apa yang diajarkan-Nya.
Adam lalu diperintahkan oleh Allah SWT untuk memberitahukan nama-nama benda itu kepada para malaikat dan setelah diberitahu oleh Adam,
berfirmanlah Allah SWT kepada mereka bahwa hanya Allah SWT lah yang mengetahui rahasia langit dan bumi serta mengetahui segala sesuatu yang nampak maupun tidak nampak.
Ini menunjukkan bahwa insan mempunyai budi yang dinamis.
Sedangkan malaikat hanya memiliki kecerdikan yang statis sehingga hanya mengetahui hal-hal yang diajarkan langsung oleh Allah SWT saja.
Adam diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk tinggal di Surga dulu sebelum diturukan ke Bumi.
Allah SWT menciptakan seorang pasangan untuk mendampinginya.
Adam memberinya nama, Hawa.
Menurut kisah para ulama, Hawa diciptakan oleh Allah SWT dari salah satu tulang rusuk Adam sebelah kiri sewaktu ia masih tidur sehingga dikala ia terjaga, Hawa sudah berada di sampingnya.
Allah SWT berfirman kepada Adam:
Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu syurga ini, dan makanlah kuliner-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menimbulkan kau termasuk orang-orang yang zalim." (Q.S. Al-Baqarah:35)
Sesuai dengan ancaman yang diucapkan dikala diusir oleh Allah SWT dari surga akibat pembangkangannya, Iblis mulai berencana untuk menyesatkan Adam dan Hawa yang hidup bahagia disurga yang tenteram dan damai dengan menggoda mereka untuk mendekati pohon yang dilarang oleh Allah kepada mereka.
Iblis menipu mereka dengan mengatakan bahwa mengapa Allah SWT melarang mereka memakan buah terlarang itu karena mereka akan hidup abadi seperti Tuhan apabila memakannya.
Bujukan itu terus menerus diberikan kepada Adam dan Hawa sehingga akibatnya mereka terbujuk dan memakan buah dari pohon terlarang tersebut.
Jadilah mereka melanggar ketentuan Allah SWTsehingga Dia menurunkan mereka ke bumi.
Allah SWT berfirman:
Turunlah kau! Sebahagian kau menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan. (Q.S. Al-Baqarah:36)
Mendengar firman Allah SWT tersebut, sadarlah Adam dan Hawa bahwa mereka telah terbujuk oleh rayuan setan sehingga mendapat dosa besar lantarannya.
Mereka lalu bertaubat kepada Allah SWT dan setelah taubat mereka diterima, Allah SWT berfirman:
Turunlah kau dari Syurga itu! Kemudian jikalau datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Adam dan Hawa kemudian diturunkan ke Bumi dan mempelajari cara hidup baru yang berbeda jauh dengan keadaan hidup disurga.
Mereka harus menempuh kehidupan sementara dengan majemuk suka dan duka sambil terus menghasilkan keturunan yang beraneka ragam bentuknya.
Menurut kisah Adam diturunkan di Sri Lanka di puncak bukit Sri Pada dan Hawa diturunkan di Arabia.
Mereka akibatnya bertemu kembali di Jabal Rahmah di dekat Mekkah setelah 40 hari berpisah.
Setelah bersatu kembali, konon Adam dan Hawa menetap di Sri Lanka, karena menurut kisah tempat Sri Lanka nyaris mirip dengan keadaan surga.
Di tempat ini ditemukan jejak kaki Adam yang berukuran raksasa.
Di bumi pasangan Adam dan Hawa bekerja keras mengembangkan keturunan.
Seperti itulah yg bisa saya hinggakan dan Jika Ada Kesalahan saya Mohon Maaf yang Sebesar - besarnya.
Terimakasih.
ternyata masih banyak menjadi misteri.
Sosok Adam sebagai manusia pertama dimuka bumi, menyimpan 1001 kisah.
Kisah ini mencoba menguak secuil misteri ihwal penciptaan Nabi Adam, dan disajikan untuk anda sekalian.
ADAM dalam bahasa Ibrani = אָדָם , dalam bahasa arab = آدم berarti tanah, manusia, atau cokelat muda
hidup sekitar 5872-4942 SM
adalah dipercaya oleh agama-agama Samawi sebagai manusia pertama, bersama dengan istrinya yang bernama Hawa.
Menurut Agama Samawi pula, merekalah orang bau tanah dari semua manusia yang ada di dunia.
Rincian kisah mengenai Adam dan Hawa berbeda-beda antara agama Islam, Yahudi, Kristen, maupun agama lain yang berkembang dari ketiga agama Abrahamik ini.
BAHWA BANGSA ATLANTIS ATAU PUN DINASTI RAMA BUKANLAH DARI RAS MANUSIA KETURUNAN ADAM
DIALAH YG DI NAMAKAN 3 UMAT TERDAHULU SEBELUM NABI ADAM YAITU:
Banul Jan, Banul Ban, Ijajil
DARI GOLONGAN JIN YG TERAKHIR MALAH BERBADAN DAN BERDARAH
DARI GOLONGAN 3 UMAT TERDAHULU ITULAH BUMI INI PERNAH MENGALAMI 3X KIAMAT
mungkin dalam hati Kalian pernah terbesit pertanyaan Siapakah Makhluk Sebelum Adam?
Kalau berdasarkan doktrin Islam,
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; “Sesungguhnya Aku hendak mengakibatkan seorang khalifah di bumi”. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): “Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak mengakibatkan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami senantiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?”. Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kau tidak mengetahuinya”
Sebelum nabi adam turun ke bumi diceritakan bahwa yang menempati bumi ini ialah bangsa jin yang dikelompokan menjadi abal jan dan banul jan dan dari 2 kelompok tersebut bertempur terus tidak pernah erat, kemudian malaikat menanyakan kepada Allah apa akan membuat orang untuk mengakibatkan kholifah dibumi yang selalu yasfiquddima (pertumpahan darah), akhirnya Allah memerintah yang berjulukan ‘azajil yang memimpin para malaikat jibril mikail izroil dan malaikat yang lainnya, untuk menaklukan abal jan dan janul jan dibumi ini, kemudian setelah ditaklukan akibatnya Allah membuat nabi Adam, diantara ‘azajil, malaikat dan adam diberikan ilmu oleh Allah lantaran tujuannya untuk menyebabkan kholifah dibumi, setelah diuji ternyata yang lulus dari ujian tersebut yaitu nabi Adam akibatnya semuanya diperintah Allah untuk sujud penghormatan kepada Adam “fasajaduu illa Iblis”,
akhirnya semuanya sujud kecuali ‘azajil (bangsa Iblis) mereka sombong dan membangkang “aba wastakbaro”.
manusia tidak diciptakan dibumi, tapi manusia dijadikan khalifah di bumi, sebagai pengganti tentunya ada yang di ganti, alias Adam bukan makhluk pertama dibumi, dan Allah tidak menyampaikan untuk mengganti insan sebelumnya, tapi pengganti makhluk di bumi, yaitu abal jan dan banul jan, mereka itu adalah penghuni bumi sebelum manusia.
Bentuk basyariahnya tak jauh berbeda dengan insan, maka anda mampu buktikan bahwa makhluk selain manusia, punya badan yang sama seakan-akan manusia, yaitu banul jan, anak turun Jin, juga banul ban anak turun dedemit, maka ketika bumi rusak oleh mereka, mereka diusir bahkan dibasmi oleh malaikat, hingga mereka berlari terbirit-birit dan mencari tempat yang jauh dari anak Adam.
Spoiler forKalau dari segi Archeology:
Berdasarkan fosil-fosil yang ditemukan, memang ada makhluk lain sebelum insan. Mereka seperti insan, tetapi mempunyai karakteristik yang lebih primitif. Otak mereka lebih kecil. Oleh karena itu, kemampuan mereka berbicara sangat terbatas karena tidak banyak bunyi vowel yang sanggup mereka bunyikan. Kelompok ini dinamakan Neanderthal.
Kemudian tibalah manusia Adam yang diklasifikasikan sebagai Homo Sapiens. Menurut Wikipedia, Homosapiens mulai ada sekitar 200 ribu tahun kemudian. Sedangkan Neonderthal ada sehingga 130 ribu tahun dulu, kemudian ia lenyap. Ada juga teori yang menyampaikan Neonderthal lenyap sebelum Homosapiens muncul. Tapi yang pasti, Homosapiens bukanlah evolusi dari Neanderthal. Neanderthal hanyalah makhluk seakan manusia yang telah ada sebelum kita (manusia Homo sapiens) ada.
Mungkin tidak ada fakta konkrit dalam membicarakan informasi ini. Kebanyakan teori berdasarkan sumber fosil. Namun yang paling penting mungkin sebagai bagi yang Muslim kita percaya ada makhluk sebelum Adam yang saling membunuh. Ada yang menyampaikan mereka adalah dari kaum jin. Ada juga yang menyampaikan bahwa ada 3 umat yang utama sebelum Adam. Dua diantaranya dari kaum jin. Sedangkan kaum yang ketiga ialah dari golongan yang berbeda dari Jin, karena mereka ini berdarah dan berdaging. Golongan ketiga ini ialah mereka yang dimaksudkan sebagai “man yufsidu feehaa wa yasfiku al-dimaa’: golongan yang membuat kerusakan dan menumpahkan darah” seperti yang diulas oleh Malaikat di dalam ayat al-Quran 2: 30. Ini pendapat yang dilontarkan oleh Al-Maqdisi.
Sesungguhnya manusia yang pertama kali di jadikan oleh Alahh SWT ialah ” ADAM AS “. Beliau di jadikan dari tanah yang di bentuk insan, lalu di tiupkan roh kepadanya lantas jadilah berupa insan ( berupa darah , daging , ruh )berupa Nabi Adam As.
SEBELUM NABI ADAM
Sebelum Allah SWT mewujudkan Nabi Adam As ( insan pertama ) Allah SWT sudah menyebabkan dua mahkluk yang cendekia , berupa :
1. Mahkluk yang berupa malaikat
2. Mahkluk yang berupa Banul-Jan/Iblis
Adapun asal mula peristiwa kedua mahkluk tersebut adalah :
Malaikat : di jadikan dari Nur ( cahaya ) yang suci yang berupa ruh dan akal tidak ada syahwatnya. Kerena itu malaikta tidak makan , minum dan juga tidak beristri ( lain dengan insan ), hidup malaikta semata-mata hanya melaksanakan perintah Allah SWT, laiya tidak di laksanakan.
Banul-Jan : Dijadikan dari api. Berbentuk sebagai manusia membutuhkan makan , minum dan beristri dan juga mempunyai keturunan yang banyak sekali.
Adam hidup selama 930 tahun setelah penciptaan (sekitar 3760-2830 SM), sedangkan Hawa lahir ketika Adam berusia 130 tahun.
Al-Quran memuat kisah Adam dalam beberapa surat, di antaranya Al-Baqarah [2]:30-38 dan Al-A’raaf [7]:11-25.
Menurut pedoman agama Abrahamik, anak-anak Adam dan Hawa dilahirkan secara kembar, yaitu, setiap bayi lelaki dilahirkan bersamaan dengan seorang bayi wanita.
Adam menikahkan anak lelakinya dengan anak gadisnya yang tidak sekembar dengannya.
Menurut Ibnu Humayd, Ibnu Ishaq, dan Salamahanak-anak Adam ialah:
Qabil dan Iqlima,
Habil dan Labuda,
Sith dan Azura,
Ashut dan saudara wanitanya,
Ayad dan saudara wanitanya,
Balagh dan saudara perempuannya,
Athati dan saudara wanitanya,
Tawbah dan saudara perempuannya,
Darabi dan saudara perempuannya,
Hadaz dan saudara perempuannya,
Yahus dan saudara perempuannya,
Sandal dan saudara wanitanya,
dan Baraq dan saudara perempuannya.
Total keseluruhan anak Adam sejumlah 40.
WUJUD ADAM
Menurut Hadits Muhammad yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Adam memiliki postur badan dengan ketinggian 60 hasta (kurang lebih 27,432 meter).
Hadits mengenai ini pula ditemukan dalam riwayat Imam Muslim dan Imam Ahmad, namun dalam sanad yang berbeda.
Sosok Adam digambarkan sangat beradab sekali, memiliki ilmu yang tinggi dan ia bukan makhluk purba.
Ia berasal dari surga yang berperadaban maju.
Turun ke muka bumi mampu sebagai insan dari sebuah peradaban yang jauh lebih maju dan jauh lebih cerdas dari peradaban insan sampai kapanpun, oleh karena itulah Allah menunjuknya sebagai Khalifah (pemimpin) di muka bumi.
Dalam gambarannya ia ialah makhluk yang teramat cerdas, sangat dimuliakan oleh Allah, mempunyai kelebihan yang tepat dibandingkan makhluk yang lain sebelumnya dan diciptakan dalam bentuk yang terbaik.
Sesuai dengan Surah Al Israa' 70, yang berbunyi:
...dan sesungguhnya telah Kami muliakan bawah umur Adam, Kami angkat mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang tepat atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan (Al Israa' 17:70)
Dalam surah At-Tiin ayat 4 yang berbunyi:
sesungguhnya Kami telah membuat manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (At Tiin 95:4)
Menurut riwayat di dalam Al-Qur'an, ketika Nabi Adam as gres simpulan diciptakan oleh Allah, seluruh malaikat bersujud kepadanya atas perintah Allah, lantaran kemuliaan dan kecerdasannya itu, menyebabkannya makhluk yang punya derajat amat tinggi di tengah makhluk yang pernah ada.
Sama sekali berbeda jauh dari gambaran insan purba menurut Charles Darwin, yang digambarkan berjalan dengan empat kaki dan menjadi makhluk purba berpakaian seadanya.
MAHLUK SEBELUM ADAM
Mengenai penciptaan Adam sebagai khalifah di muka bumi diungkapkan dalam Al-Qur'an:
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat;
“Sesungguhnya Aku hendak menimbulkan seorang khalifah di bumi”.
Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata):
“Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan mensucikan-Mu?”
Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kau tidak mengetahuinya.” (Al-Baqarah 30)
Menurut syariat Islam, Adam tidak diciptakan di Bumi, tetapi diturunkan dimuka bumi sebagai insan dan diangkat /ditunjuk Allah sebagai Khalifah (pemimpin/pengganti /penerus) di muka bumi atau sebagai makhluk pengganti yang tentunya ada makhluk lain yang di ganti, dengan kata lain ialah Adam 'bukanlah makhluk bakir pertama' yang memimpin di Bumi.
Dalam Al-Quran disebutkan tiga jenis makhluk berakal yang diciptakan Allah yaitu manusia, jin, dan malaikat.
Manusia dan Jin memiliki tujuan penciptaan yang sama oleh lantaran itu sama-sama memiliki akal yang dinamis dan nafsu namun hidup pada dimensi yang berbeda.
Sedangkan malaikat hanya memiliki kebijaksanaan yang statis dan tidak mempunyai nafsu karena tujuan penciptaanya sebagai pesuruh Allah.
Tidak tertutup kemungkinan bahwa ada makhluk cendekia lain selain ketiga makhluk ini.
Dari ayat Al-Baqarah 30, banyak mengundang pertanyaan, siapakah makhluk yang berbuat kerusakan yang dimaksud oleh malaikat pada ayat di atas.
Dalam Arkeologi, berdasarkan fosil yang ditemukan, memang ada makhluk lain sebelum manusia.
Mereka nyaris seakan-akan manusia, tetapi mempunyai karakteristik yang primitif dan tidak berbudaya.
Volume otak mereka lebih kecil dari insan, oleh lantaran itu, kemampuan mereka berbicara sangat terbatas lantaran tidak banyak bunyi vowel yang sanggup mereka bunyikan.
Sebagai teladan Phitecanthropus Erectusmemiliki volume otak sekitar 900 cc,
sementara Homo Sapiens mempunyai volume otak di atas 1000 cc (otak simpanse maksimal sebesar 600 cc).
Maka dari itu mampu diambil kesimpulan bahwa semenjak 20.000 tahun yang kemudian, telah ada sosok makhluk yang mempunyai kemampuan kebijaksanaan yang mendekati kemampuan berpikir manusia pada zaman sebelum kedatangan Adam.
Surah Al Hijr ayat 27 berisi:
Dan Kami telah membuat jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. (Al Hijr 15:27)
. Dari ayat ini, sebagian lain ulama berpendapat bahwa makhluk bakir yang dimaksud tidak lain ialah Jin seakan-akan dalam kitab tafsir Ibnu Katsir mengatakan:
"Yang dimaksud dengan makhluk sebelum Adam diciptakan ialah Jin yang suka berbuat kerusuhan."
Menurut salah seorang perawi hadits yang berjulukan Thawus al-Yamani, salah satu penghuni sekaligus penguasa/pemimpin di muka bumi ialah dari golongan jin.
Walaupun begitu pendapat ini masih diragukan karena insan dan jin hidup pada dimensi yang berbeda.
Sehingga tidak mungkin manusia menjadi pengganti bagi Jin.
PENCIPTAAN ADAM
Setelah Allah SWT membuat bumi, langit dan malaikat, Allah SWT berkehendak untuk menciptakan mahluk lain yang nantinya akan dipercaya menghuni, mengisi, serta memelihara bumi tempat tinggalnya.
Saat Allah SWT mengumumkan para malaikat akan kehendak-Nya untuk menciptakan manusia, mereka khawatir makhluk tersebut nantinya akan membangkang terhadap ketentuan-Nya dan melaksanakan kerusakan di muka bumi.
Berkatalah para malaikat kepada Allah SWT :
Mengapa engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" (Q.S.Al-Baqarah :30)
Allah SWT kemudian berfirman untuk menghilangkan monyetguan para malaikat-Nya :
Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (Q.S. Al-Baqarah :30)
Dalam Al Alquran, Allah SWT menjelaskan penciptaan suatu makhluk dengan dua cara, dengan seketika atau eksklusif dan dengan proses bertahap. Proses penciptaan pribadi misalnya yang berkaitan dengan mukjizat yaitu ular (dari tongkat nabi Musa as) dan unta betina nabi Shaleh as (yang keluar dari sebuah kerikil).
Penegasan penciptaan langsung ini disebutkan dalam Al Alquran surat Al Waqiah (56) ayat 35.
QS 56.35. “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan eksklusif”
Sedangkan proses penciptaan sedikit demi sedikit yaitu seperti penciptaan nabi Adam as.
Proses atau metode terciptanya nabi Adam as disebutkan dalam satu ayat dalam surat Nuh (71) ayat 17. Uniknya yaitu ayat dalam surat Nuh ini berada dalam urutan terakhir (urutan ke-19) dari seluruh ayat yang menyebutkan wacana penciptaan nabi Adam as yang tersebar dalam Al Alquran. Seolah-olah ayat ini merangkum seluruh proses penciptaan nabi Adam as yang disebutkan ayat-ayat sebelumnya.
QS 71.17. “Dan Allah menumbuhkan (anbata) kamu dari bumi (ardh) dengan sebaik-baiknya (nabaatan)”
Kata nabaatan diterjemahkan ‘dengan sebaik-baiknya’. Menurut saya kata tersebut yaitu akar kata nabati (tumbuhan) jadi seharusnya diterjemahkan ‘seperti tanaman’. Bagaimana cara tumbuhan tumbuh? Tentu dengan cara sedikit demi sedikit (perlahan/dengan proses). Begitu jugalah nabi Adam diciptakan. Kata anbata(menumbuhkan) dapat diartikan menghadirkan atau menciptakan dengan suatu proses yang sedikit demi sedikit.
Penciptaan
Dalam Al Quran disebutkan bahwa insan yang dikala ini ada ialah keturunan dari Adam as.
Manusia disebutkan berasal dari saripati tanah, artinya insan berkembang dari saripati Adam as yang notabene diciptakan dari tanah.
Saripati tanah = saripati Adam as, artinya disini dari air mani nabi Adam as-lah seluruh manusia dimasa ini berasal.
Ayat-ayat Al Quran yang menjelaskan penciptaan nabi Adam as secara berurutan dari awal hingga akhir ialah sebagai berikut (berjumlah 14 ayat):
1. QS 3.59. Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allahmenciptakan Adam dari tanah (turaab), kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.
2. QS 6.2. Dialah Yang membuat kau dari tanah (thiyn), setelah itu ditentukannya akhir hidup……
3. QS 7.12. Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah (thiyn)".
4. QS 15.26. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakanmanusia (Adam) dari tanah liat kering (shalshal) darilumpur hitam (hamaain) yang diberi bentuk.
5. QS 15.28. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akanmenciptakan seorang insan dari tanah liat kering(shalshal) dari lumpur hitam (hamaain) yang diberi bentuk,
6. QS 15.33. Berkata Iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada insan yang Engkau telah membuatnya daritanah liat kering (shalshal) dari lumpur hitam (hamaain) yang diberi bentuk"
7. QS 17.61. …..mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: "Apakah saya akan sujud kepada orang yang Engkauciptakan dari tanah (thiyn)?"
8. QS 18.37. ……"Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yangmenciptakan kamu dari tanah (turaab), kemudian dari setetes air mani…..”
9. QS 20.55. …… Darinya (bumi/tanah(ardh)) itulah Kamimenciptakan kamu…..
10. QS 22.5. ….Kami telah membuat kau dari tanah(turaab), kemudian dari setetes mani…..
11. QS 23.12. ….Kami telah membuat insan dari suatu saripati (sulaatin) dari tanah (thiyn).
12. QS 30.20. …Dia menciptakan kamu dari tanah (turaab), kemudian tiba-tiba kamu …….
13. QS 32.7. …. Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan insan dari tanah (thiyn).
14. QS 35.11. Dan Allah menciptakan kamu dari tanah(turaab) kemudian dari air mani….
15. QS 37.11. …… Sesungguhnya Kami telah menciptakanmereka dari tanah liat (thiynillaazib).
16. QS 38.71. …. kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah (thiyn)"
17. QS 38.76. ….. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah (thiyn)".
18. QS 40.67. Dialah yang menciptakan kau dari tanah(turaab) kemudian dari setetes mani…
19. QS 53.32. ...Dia menjadikan kau dari tanah (ardh) dan ketika kamu masih janin …
20. QS 55.14. Dia membuat manusia dari tanah kering(shalshal) seakan-akan tembikar (fakhkhaar)
21. QS 71.17. “Dan Allah menumbuhkan (anbata) kau daribumi (ardh) dengan sebaik-baiknya”
Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa:
a. Penciptaan nabi Adam as dilakukan secara bertahap, seakan-akan tumbuhnya tumbuhan dari dalam bumi. Bertahap artinya berproses, tidak serta-merta “cling” ada dari ketiadaan.
b. Al Alquran sudah menyebutkan komposisi kimiawi tubuh insan dari zat-zat makro dan mikro antara lain :
1. Thiyn sebagai simbol hydrogen (H)
2. Turaab sebagai simbol oksigen (O)
3. Hamaa-in sebagai simbol nitroten (N)
4. Shalshal sebagai simbol karbon (C)
5. Ardh dan Thiynillaazib sebagai simbol mineral-mineral mikro
Menurut banyak sekali literature, unsur yang paling banyak dalam tubuh manusia adalah karbon, lantaran ketika insan maninggal unsur ini tetap bertahan. Namun bantu-membantu kalau diperhatikan berat tubuh insan hidup didominasi oleh air yang mengandung unsur hidrogen dan oksigen.
c. Semua proses perubahan ialah dengan kehendak Allah SWT, sehingga dari unsur-unsur yang mati dapat tercipta sebuah bentuk unsur yang hidup. Hal ini mampu terjadi karena adanya factor ‘kehendak Allah SWT’, artinya bila proses ini dilakukan di laboratorium selama umur bumi pun, kalau Allah SWT tidak menghendaki, tidak akan tercipta apapun, bahkan satu rantai molekul protein atau lemak yang sangat sederhana.
d. Manusia tidak akan dapat meniru kerja Allah SWT. Mengubah dari bentuk turaab menjadi kulit, tanah, daging, dan darah adalah proses yang ilmunya hanya dimiliki oleh Allah SWT.
TEMPAT TINGGAL ADAM
Hal itu disebabkan lantaran Iblis merasa diciptakan dari unsur api, sedangkan Adam hanyalah dari tanah dan lumpur.
Kebanggaan akan asal-usul menjadikannya sombong dan merasa enggan untuk bersujud menghormati Adam seakan-akan para makhluk surga yang lain.
Disebabkan oleh kesombongannya itulah, maka Allah SWT menghukum Iblis dengan mengusirnya dari nirwana dan mengeluarkannya dari barisan para malaikat disertai kutukan dan laknat yang akan menempel pada dirinya hingga kiamat kelak.
Disamping itu, ia telah dijamin sebagai penghuni neraka yang abadi.
Iblis dengan sombong menerima sanksi itu dan ia hanya memohon kepada Allah SWT untuk diberi kehidupan yang awet hingga kiamat.
Allah SWT memperkenankan permohonannya itu.
Iblis mengancam akan menyesatkan Adam sehingga ia terusir dari nirwana.
Ia juga bersumpah akan membujuk anak cucunya dari segala arah untuk meninggalkan jalan yang lurus dan menempuh jalan yang sesat bersamanya.
Allah SWT kemudian berfirman bahwa setan tidak akan sanggup menyesatkan hamba-Nya yang beriman dengan sepenuh hati.
Allah SWT hendak menghilangkan pandangan miring dari para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran pesan tersirat-Nya yang menyatakan Adam sebagai penguasa bumi,
maka Allah SWT memerintahkan malaikat untuk menyebutkan nama-nama benda.
Para malaikat tidak sanggup menjawab firmanAllah SWT untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka dan mengakui ketidaksanggupan mereka dengan mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui sesuatupun kecuali apa yang diajarkan-Nya.
Adam lalu diperintahkan oleh Allah SWT untuk memberitahukan nama-nama benda itu kepada para malaikat dan setelah diberitahu oleh Adam,
berfirmanlah Allah SWT kepada mereka bahwa hanya Allah SWT lah yang mengetahui rahasia langit dan bumi serta mengetahui segala sesuatu yang nampak maupun tidak nampak.
Ini menunjukkan bahwa insan mempunyai budi yang dinamis.
Sedangkan malaikat hanya memiliki kecerdikan yang statis sehingga hanya mengetahui hal-hal yang diajarkan langsung oleh Allah SWT saja.
Adam diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk tinggal di Surga dulu sebelum diturukan ke Bumi.
Allah SWT menciptakan seorang pasangan untuk mendampinginya.
Adam memberinya nama, Hawa.
Menurut kisah para ulama, Hawa diciptakan oleh Allah SWT dari salah satu tulang rusuk Adam sebelah kiri sewaktu ia masih tidur sehingga dikala ia terjaga, Hawa sudah berada di sampingnya.
Allah SWT berfirman kepada Adam:
Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu syurga ini, dan makanlah kuliner-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menimbulkan kau termasuk orang-orang yang zalim." (Q.S. Al-Baqarah:35)
Sesuai dengan ancaman yang diucapkan dikala diusir oleh Allah SWT dari surga akibat pembangkangannya, Iblis mulai berencana untuk menyesatkan Adam dan Hawa yang hidup bahagia disurga yang tenteram dan damai dengan menggoda mereka untuk mendekati pohon yang dilarang oleh Allah kepada mereka.
Iblis menipu mereka dengan mengatakan bahwa mengapa Allah SWT melarang mereka memakan buah terlarang itu karena mereka akan hidup abadi seperti Tuhan apabila memakannya.
Bujukan itu terus menerus diberikan kepada Adam dan Hawa sehingga akibatnya mereka terbujuk dan memakan buah dari pohon terlarang tersebut.
Jadilah mereka melanggar ketentuan Allah SWTsehingga Dia menurunkan mereka ke bumi.
Allah SWT berfirman:
Turunlah kau! Sebahagian kau menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan. (Q.S. Al-Baqarah:36)
Mendengar firman Allah SWT tersebut, sadarlah Adam dan Hawa bahwa mereka telah terbujuk oleh rayuan setan sehingga mendapat dosa besar lantarannya.
Mereka lalu bertaubat kepada Allah SWT dan setelah taubat mereka diterima, Allah SWT berfirman:
Turunlah kau dari Syurga itu! Kemudian jikalau datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Adam dan Hawa kemudian diturunkan ke Bumi dan mempelajari cara hidup baru yang berbeda jauh dengan keadaan hidup disurga.
Mereka harus menempuh kehidupan sementara dengan majemuk suka dan duka sambil terus menghasilkan keturunan yang beraneka ragam bentuknya.
Menurut kisah Adam diturunkan di Sri Lanka di puncak bukit Sri Pada dan Hawa diturunkan di Arabia.
Mereka akibatnya bertemu kembali di Jabal Rahmah di dekat Mekkah setelah 40 hari berpisah.
Setelah bersatu kembali, konon Adam dan Hawa menetap di Sri Lanka, karena menurut kisah tempat Sri Lanka nyaris mirip dengan keadaan surga.
Di tempat ini ditemukan jejak kaki Adam yang berukuran raksasa.
Di bumi pasangan Adam dan Hawa bekerja keras mengembangkan keturunan.
Seperti itulah yg bisa saya hinggakan dan Jika Ada Kesalahan saya Mohon Maaf yang Sebesar - besarnya.
Terimakasih.

0 Response to "Sejarah penciptaan Nabi Adam "Manusia pertama""
Post a Comment